Membaca Arah Pergerakan IHSG Kala Pandemi Mereda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 18:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal masih positif. Meski, sempat mengalami penurunan yang tajam khususnya usai libur Lebaran.

Penurunan ini dipengaruhi oleh inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS). Serta, adanya potensi kenaikan suku bunga acuan.

Direktur PT Insight Investments Management Ria M. Warganda meyakini IHSG masih positif. Hal itu dikarenakan nilai mata uang rupiah relatif stabil, angka inflasi relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain, serta naiknya harga komoditas akan membuat neraca perdagangan Indonesia semakin surplus ditopang dari sisi penjualan ekspor yang semakin meningkat.

Ria menyarankan agar investor tidak panik menanggapi gejolak yang berlangsung selama situasi penurunan nilai IHSG. Menurut Ria, justru saat ini menjadi momentum yang tepat berinvestasi para investor.

"Investor dengan profil risiko agresif dapat memanfaatkan momen ini untuk menambah investasi dengan reksa dana indeks saham, investor dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana tersebut yang dibuat untuk meniru pergerakan dan kinerja dari suatu tolok ukur yang telah ditentukan. Insight merekomendasikan Reksa Dana Insight Indeks IDX30 (iIDX30) yang mengacu kepada konstituen Indeks Saham IDX30 dan memiliki kinerja ytd per 24 Mei 2022 sebesar 7,63% dan Reksa Dana Indeks Insight Sri Kehati Likuid (ISL) yang mengacu kepada konstituen indeks saham SRI-Kehati dan memiliki kinerja secara ytd sebesar 12,02%," paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Ria juga menambahkan diversifikasi investasi sangat diperlukan guna meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan yang didapatkan para investor, misalnya dengan reksa dana pasar uang karena pergerakannya yang cenderung stabil namun memiliki potensi imbal hasil yang menarik.

Insight merekomendasikan Insight Money (I-Money) yang memiliki kinerja ytd per 24 Mei 2022 sebesar 2,24% ytd, jauh lebih tinggi 1,21% bila dibandingkan dengan benchmark-nya. Sejak peluncurannya, I-Money memiliki pertumbuhan sebesar 55,00%.

"Selain memberikan potensi imbal hasil yang optimal, investasi dengan produk Reksa Dana Insight para investor juga berkesempatan untuk berkontribusi dalam beragam kegiatan sosial untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan," tutup Ria.

(acd/dna)