SBR011 Laris, Bibit: Investasi yang Aman Karena 100% Dijamin Negara

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 11:54 WIB
bibit.id
Foto: bibit.id
Jakarta -

Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011 laris dibeli oleh masyarakat. Bahkan ketika dua hari pertama diterbitkan tepatnya pada 27 Mei 2022 penjualan SBR011 tembus menyentuh angka lebih dari Rp1,5 triliun atau 30% dari target awal yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp5 triliun. SBR011 ditawarkan dengan kupon 5,50% per tahun dengan imbal hasil floating with floor serta jatuh tempo dua tahun.

Menurut PR & Corporate Communication Lead Bibit.id William mengatakan tingginya animo tersebut karena masyarakat banyak yang ingin mengembangkan dana mereka untuk mendapatkan passive income. Sebab SBR011 memberikan besaran imbalan yang akan disesuaikan dengan tingkat suku bunga.

"SBR011 merupakan pilihan tepat bagi investor yang ingin punya passive income dengan imbal hasil melebihi rata-rata bunga deposito bank BUMN dan imbal hasilnya pun sangat menguntungkan di era kenaikan suku bunga saat ini," kata William dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

Ia menjelaskan jika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik, maka imbal hasil SBR011 akan ikut meningkat. Akan tetapi jika suku bunga acuan turun, SBR011 memiliki batas imbal hasil 5,50% per tahun.

Dilihat dari kondisi global, naiknya suku bunga The Fed Amerika Serikat dan inflasi yang tinggi, Bank Indonesia sedang bersiap menaikkan suku bunga acuannya. Dengan begitu, menurutnya, SBR011 bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang tepat.

"Berinvestasi di SBR011 merupakan pilihan bijak bagi investor karena 100% dijamin oleh negara dan juga, pajak dari imbal hasilnya hanya 10%, lebih rendah dari deposito yang 20%," katanya.

Keuntungan dari investasi tersebut tidak hanya sebatas itu saja. Ia menjelaskan investor SBR011 juga akan mendapatkan kemudahan untuk pencairan dana mereka.

"Investor SBR011 dengan jumlah investasi minimal Rp2 juta juga dapat melakukan pencairan lebih awal dari jatuh tempo (early redemption) sebesar 50% setelah satu tahun," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk pembelian/pemesanan minimal SBR011 yakni 1 juta dan kelipatan Rp 1 juta dengan dana maksimal Rp 2 miliar. Sementara itu, untuk membeli SBR011 para investor bisa memanfaatkan sejumlah aplikasi investasi yang secara resmi telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai Mitra Distribusi penjualan SBN.

"Di Bibit, kami ingin agar setiap orang bisa berinvestasi dengan mudah, aman, dan nyaman di dalam instrumen-instrumen investasi yang terdiversifikasi, tak hanya reksa dana, namun SBN juga pastinya," kata William.

William menjelaskan untuk mulai berinvestasi SBR011 caranya cukup mudah. Sebab pihaknya telah merancang aplikasi Bibit dengan konsep user friendly.

"Untuk bisa membeli SBR011 di aplikasi atau website Bibit, para pengguna cukup mengklik icon atau banner "Surat Berharga Negara (SBN)" di homepage aplikasi maupun website Bibit. Dalam hal ini, Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan Rekening Dana Investor (RDN) SBN milik investor. Nantinya, setelah investor melakukan pembayaran untuk transaksi SBN, investor akan menerima bukti transaksi berupa Bukti Penerimaan Negara (BPN). Di dalam BPN, terdapat Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) yang diterbitkan langsung oleh negara serta menjadi bukti kepemilikan SBN yang dibeli," tutupnya.



Simak Video "MUI Tetapkan Fatwa Vaksin Merah Putih Suci dan Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)