Indonesia Power Tunda Go Public
Rabu, 07 Jun 2006 13:17 WIB
Jakarta - PT Indonesia Power memutuskan menunda rencana go public yang semula akan dilakukan akhir tahun 2006 menjadi tahun depan.Penundaan IPO ini terkait dengan rencana investasi perseroan yang akan membangun sejumlah pembangkit batubara. Rencana ini mengikuti crash programm pemerintah yang akan membangun pembangkit batubara 10 ribu mega watt hingga tiga tahun mendatang."Akhir tahun ini kita tidak mungkin melaksanakan IPO, kemungkinan IPO tahun 2007 tapi kita belum bisa memastikan waktunya apakah pada kuartal pertama atau kedua," kata Dirut PT Indonesia Power, Abimanyu Suyoso.Hal itu disampaikan Abimanyu usai rapat RUU Listrik di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (7/6/2006). Abimanyu menjelaskan, ada lima faktor yang harus dipertimbangkan anak usaha PLN ini dalam menyongsong IPO. Pertama, masalah peraturan ketenagalistrikan. Kedua, posisi perusahaan di Indonesia. "Kita ingin tahu apakah Indonesia Power menjadi market leader atau tidak," jelas Abimanyu.Ketiga, kinerja operasional perusahaan. Keempat, kinerja keuangan. Serta kelima, rencana kedepan Indonesia Power."Nah rencana kedepan inilah yang berubah, kita harus menyusun kembali karena akan adanya proyek listrik batubara," tutur Abimanyu.Indonesia Power sebelumnya berencana membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas. Namun dengan adanya crash programm perseroan mengubahnya menjadi batubara."Faktor inilah yang membuat kita tidak mungkin melakukan IPO tahun ini," imbuh Abimanyu.Dalam crash programm, Indonesia Power mendapat bagian 2 X 600 MW untuk pembangunan pembangkit di New Suralaya unit 8 dan 9.Indonesia Power berencana melepas 10 persen saham dalam IPO dari ekuitas yang sebesar Rp 47 triliun. "Jadi kita harapkan perolehan dana sekitar Rp 4,7 triliun dalam IPO tersebut," ujarnya.
(ir/)











































