ADVERTISEMENT

Bagikan Dividen Rp 108 M, LTLS Cetak Laba Rp 280 M

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 15:57 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemegang saham PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp108 miliar atau setara dengan Rp70 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (3/6) lalu.

Emiten distribusi bahan kimia tersebut sebelumnya telah membagikan interim Rp 20 per saham pada tanggal 21 Januari 2022. Sisa dividen sebesar Rp 50 per saham akan mulai di record pada tanggal 15 Juni 2022.

Jumlah tersebut merupakan 39% dari laba neto 2021 LTLS sebesar Rp280 miliar. Dividen tunai sebesar Rp70 per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham setelah dikurangi dividen interim yang telah dibayarkan.

Pada tahun 2021 LTLS membukukan pendapatan sebesar Rp 6,636 triliun lebih besar 19% daripada tahun sebelumnya. Ini juga mengakibatkan kenaikan dari laba bersih sebesar 271% dari Rp75 miliar jadi Rp280 miliar.

Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Indrawan Masrin menjelaskan, kinerja positif ini sejalan dengan kemampuan perseroan menjaga ketersediaan produk dengan keunggulan kompetitif dan pengelolaan risiko yang ketat. Selama 2021, LTLS memfokuskan penjualannya kepada industri makanan dan minuman, personal home care dan air.

Sejalan dengan fokus industri tersebut LTLS berhasil membukukan laba bersih kuartal I-2022 naik 251% menjadi Rp98 miliar dibandingkan Rp 39 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja positif LTLS pada kuartal I-2022 ditopang oleh pendapatan segmen distribusi yang mencatatkan pertumbuhan 46,8% dan juga sektor manufakturing yang bertumbuh 32,4% dibandingkan pada pendapatan kuartal I tahun sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan ini juga di dukung dengan meningkatnya permintaan bahan baku di industri manufaktur, dan segmen lainnya seiring dengan peningkatan perekonomian di Indonesia.

"Kami terus mengkaji potensi investasi di industri kimia terutama peluang pada industri fokus Lautan Luas. Karena kami yakin dengan potensi yang kami miliki dan pasar juga akan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu," sambung Indrawan Masrin.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT