8 Kali Tak Bagi Dividen
BEJ Akan Tegur Hero Supermarket
Kamis, 08 Jun 2006 13:30 WIB
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan menanyakan kepada manajemen PT Hero Supermarket Tbk (Hero), terkait tidak dilakukannya pembayaran dividen selama 8 kali berturut-turut."Kemungkinan kita akan kirimkan surat, tapi kita akan mengkaji dulu," kata Direktur Pencatatan BEJ Eddy Sugito, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (7/6/2006).Eddy mengakui, BEJ tidak memiliki peraturan yang mengharuskan emiten yang mencatat laba untuk wajib membagikan dividen. Namun BEJ akan memberikan teguran apabila perusahaan tersebut secara berturut-turut tidak membagikan dividen padahal mencatat keuntungan."Harusnya RUPS kan mempertanyakan kenapa tidak membagikan. Tapi kalau seperti Hero yang untung tapi lebih dari lima kali berturut-turut tidak membagikan deviden, kita akan tanya pada manajemennya," kata Eddy.Eddy mengatakan, tidak dibagikannya dividen secara berturut-turut bisa berdampak pada likuiditas saham dan investor. Sementara Direktur Utama Hero, Ipung Kurnia mengatakan, pihaknya belum melakukan aksi korporasi itu karena tengah berkonsentrasi pada peningkatan likuiditas saham berkode HERO ini.Saham HERO sendiri kurang aktif ditransaksikan dan pada sesi I hari ini berada di level Rp 5.900 per saham.Sejak 5 tahun terakhir, Hero hanya membukukan rugi bersih di tahun 2003. Selebihnya perseroan selalu mencatat laba.RUPS Hero hari ini memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen atas laba bersih tahun 2005 yang sebesar Rp 55,201 miliar. Laba bersih digunakan untuk ekspansi usaha dan Rp 5 miliar untuk dana cadangan.Berdasarkan catatan detikcom, Hero terakhir membagikan dividen pada tahun 1997. Kala itu perseroan membagikan dividen Rp 35 per saham.
(ir/)











































