Deputi Gubernur BI:
Rupiah Tak Perlu Dikhawatirkan
Jumat, 09 Jun 2006 13:59 WIB
Jakarta -
Meski kembali melemah, namun nilai tukar rupiah tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, pelemahan rupiah itu berbarengan dengan mata uang dunia lainnya."Dolar menguat terhadap semua mata uang, terutama yen dan euro melemah. Maka secara regional kita ikut di situ," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tadjudin kepada wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (9/6/2006).Aslim menjelaskan, penguatan dolar AS terjadi karena investor hedge fund melihat kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan lagi suku bunganya pada akhir Juni menjadi 5,25 persen.Dengan demikian, simpanan uang dalam dolar AS secara jangka pendek akan lebih menguntungkan. Investor pun ramai-ramai mengalihkan dananya ke dolar AS."Tapi saya melihat penguatan dolar hanya jangka pendek. Dalam jangka panjang, dolar AS akan melemah karena ekonominya yang slow down, juga karena faktor fundamental mereka yang tidak bagus, seperti current account yang defisit yang sangat besar," ujar Aslim optimistis.Meski yakin rupiah bisa kembali menguat dalam jangka panjang, namun Aslim menegaskan, BI akan tetap menjaga agar rupiah tidak bergejolak."Artinya akan memonitor pergerakan di pasar dan akan tetap berada di pasar. Kita akan lakukan intervensi apabila diperlukan utuk mengurangi volatilitas," tandasnya.
(qom/)










































