Akuisisi Berau Coal Oleh Farralon Terganjal Pemegang Saham Minoritas

Akuisisi Berau Coal Oleh Farralon Terganjal Pemegang Saham Minoritas

- detikFinance
Jumat, 09 Jun 2006 18:01 WIB
Jakarta - Langkah Farallon Capital untuk menguasai 75 persen saham PT Berau Coal terganjal pemegang saham minoritas, yang juga ingin menguasai saham tambang batubara itu.Farralon gigih mengejar saham PT Berau Coal sejak tiga bulan lalu dari pemegang saham mayoritas PT Armadian Tritunggal yang menguasai 90 persen Berau Coal."Memang sejak 3 bulan yang lalu Farralon kejar untuk akuisisi saham Berau. Tapi diujung pembicaraan tiba-tiba minority shares mau menggunakan preemtive right untuk membeli saham Berau yang akan dijual PT Armadian Tritunggal," kata Komisaris PT Berau Coal, Jeffrey Mulyono saat dihubungi melalui telepon, Jumat (9/6/2006)..Perusahaan investasi asal AS, yang menguasai saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini, semula menargetkan transaksi jual beli Berau Coal tuntas pada bulan ini. Pembelian saham tersebut senilai US$ 200-250 juta. Sayang dalam perjalanannya, pemegang saham minoritas sebesar 10 persen yakni Japan Sojitz Holding menjegal rencana tersebut dengan memakai jurus preemtive right. Hak preemtive ini mendahulukan penjualan saham kepada pemegang saham yang ada.Pemegang saham minoritas tersebut dikabarkan salah satunya adalahkomisaris PT Berau Coal sendiri."Nilai pembelian saham oleh pemegang minoritas ini, tidak jauh berbeda dengan tawaran Farallon Capital yang sebesar US$ 200-250 juta," kata Jeffrey.Saat ini, 90 persen saham Armadian Tritunggal and Commitee sebanyak 56 persen dimiliki Armadian Tritunggal sendiri. Sedangkan 34 persen dimiliki anak perusahaan Farralon yaitu Rogner BV.Sementara komposisi pemilik saham PT Armadian Tritunggal terdiri dari PT Bukit Makmur Mandiri sebanyak 50 persen, dan sisanya dibagi oleh tiga pemilik minoritas. Dua diantaranya adalah Rijal Risyad dan David Yahya.Ketiga pemilik minoritas ini juga memiliki saham setara 15 persen di saham Berau Coal melalui PT Armadian Tritunggal and Comittee. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads