Waskita Kejar Kontrak Baru Rp 30 Triliun Sebelum Masuk Tahun Politik

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 16 Jun 2022 20:45 WIB
Waskita Karya
Foto: Dok. Waskita Karya
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk optimistis dapat memenuhi target nilai kontrak baru (NKB) tahun ini senilai Rp 30 triliun. Besaran nilainya diperkirakan akan turun dalam dua tahun ke depan karena mulai memasuki tahun politik.

"Tahun politik pasti akan terjadi penurunan peluang kontrak-kontrak baru karena pemerintah tidak fokus di belanja modal pembangunan infrastruktur maupun yang lain. Kami antisipasi makanya 2022 kami harus peroleh target Rp 30 triliun. Tahun depan mungkin masih ada tapi kemungkinan akan menurun," kata Direktur Utama Destiawan Soewardjono usai RUPST di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Sampai April 2022, realisasi perolehan kontrak baru mencapai Rp 7,5 triliun. Terlepas dari itu, pihaknya optimis realisasi sampai akhir tahun dapat tercapai karena salah satunya telah membidik proyek-proyek di ibu kota negara (IKN) baru.

"Mudah-mudahan nanti proyek-proyek IKN ini sudah mulai pengumuman menjadikan itu target. Kami punya prospek IKN, kita juga champion Waskita di infrastruktur air, kami merambah ke Sudan Selatan, masih banyak area basis baru yang akan dikembangkan," bebernya.

Di sisi lain, emiten karya berkode WSKT menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 10 triliun tahun ini. Capex tersebut akan dialokasikan untuk melanjutkan penyelesaian proyek tahun lalu.

"Capex rencana kami Rp 10 triliun. Sebagian besar capex ini untuk menyelesaikan investasi di tahun lalu, jadi kami kali ini tidak besar capex yaitu antara lain untuk tol Yogya-Bawen, kemudian berbagai lainnya penyelesaian ruas tol yang belum selesai," bebernya.

Adapun beberapa kontrak proyek yang didapatkan WSKT sepanjang 2021 di antaranya proyek jalan tol Kayu Agung - Palembang - Betung tahap 2 senilai Rp 5,01 triliun, jalan tol Kamal - Teluk Naga - Rajeg tahap 1 senilai Rp 1,05 triliun, dan jembatan Musi - Kramasan sebesar Rp 1 triliun.

Sedangkan kontrak dari luar negeri, WSKT mendapatkan kontrak baru melalui kerjasama antarpemerintah (G2G) Indonesia dan Sudan Selatan yaitu proyek jalan seksi 1 sepanjang 1.000 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,38 triliun.

(aid/hns)