ADVERTISEMENT

The Fed Kerek Bunga Acuan 0,75%, IHSG Langsung Terjun Bebas

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 09:22 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
IHSG Hari Ini Anlok Lagi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pagi hari ini melemah lagi. IHSG terjun bebas usai Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya jadi 0,75%.

Mengutip data RTI, Jumat (17/6/2022), IHSG dibuka melemah dengan turun 62 poin atau 0,89% ke level 6.987. Indeks LQ45 juga turun 12 poin atau 1,27% ke level 1.004.

Tak lama kemudian IHSG terus melemah dengan turun 71 poin atau 1,01% ke level 6.979. Indeks LQ45 juga turun 1,27% ke level 1.004.

Pada pukul 09.05 JATS, IHSG masih merangkak naik dengan menguat 82 poin atau 1,18% ke level 7.089. Indeks LQ45 juga naik 12 poin atau 1,28% ke level 1.027.

Di sisi lain, berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low namun berpotensi terkoreksi jika gagal menembus resistance kuat MA 50. Kekhawatiran akan resesi kembali memanas setelah Swiss dan Inggris menaikkan suku bunganya yang memicu aksi jual di seluruh bursa saham secara global.

Sementara IHSG hari ini dibuka melemah, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 29,927.07 (-2.42%), NASDAQ ditutup 10,646.10 (-4.08%), S&P 500 ditutup 3,789.99 (-3.25%).

Wall Street ditutup turun tajam pada perdagangan Kamis dipicu aksi jual karena kekhawatiran akan resesi. Menyusul langkah bank sentral di seluruh dunia untuk menghentikan kenaikan inflasi setelah kenaikan suku bunga terbesar Federal Reserve sejak 1994.

Kenaikan suku bunga oleh Swiss dan Inggris pada hari Kamis menyalakan kembali kekhawatiran bahwa upaya bank sentral untuk mengekang inflasi dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat di seluruh dunia atau resesi.

Artha Sekuritas Portfolio

MIKA (Spec BUY), TBIG (ADD), MEDC (HOLD), BIRD (HOLD)

PGAS, HEAL, SCMA, BBRI, BBCA, TOWR, ERAA

Itulah data IHSG hari ini.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT