Rupiah Masih Dibayangi Pelemahan
Senin, 12 Jun 2006 09:14 WIB
Jakarta - Meski pelemahan rupiah lebih lanjut pada akhir pekan lalu masih bisa ditahan, namun nilai tukar rupiah masih dibayangi pelemahan. Masih kuatnya dolar AS di pasar regional akibat ekspektasi kenaikan suku bunga AS membuat rupiah masih sulit menguat.Pada awal perdagangan Senin (12/6/2006), rupiah dibuka pada level 9.405/9.415 per dolar AS. Pada pekan lalu, rupiah ditutup menguat ke level 9.405 per dolar AS.Di Tokyo, dolar AS kembali menguat terhadap yen Jepang menyusul keluarnya data perdagangan Jepang yang menghempaskan harapan pasar akan adanya kenaikan suku bunga.Pelaku pasar akan tetap menggunakan 'petunjuk' dari mata uang regional untuk melakukan transaksinya. Jika pelemahan mata uang regional terhadap dolar AS masih berlanjut, maka rupiah akan terus mengekor.Namun Bank Indonesia (BI) diprediksi akan terus berada di pasar untuk menghindari gejolak yang berlebihan. Dealer memperkirakan, meski kecenderungannya masih melemah, namun rupiah diprediksi belum akan menembus level 9.500 per dolar AS.
(qom/)











































