PGN Janjikan BBG untuk Busway Mengalir Pekan Ini
Senin, 12 Jun 2006 11:07 WIB
Jakarta - Pasokan gas untuk stasiun bahan bakar gas (SPBG) busway diharapkan kembali normal pada pekan ini. Pasokan gas tersebut terganggu bukan karena rusaknya pipa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).Sekretaris Perusahaan PGN Widyatmiko Bapang menjelaskan, gangguan tersebut terjadi akibat rusaknya pipa BP West Java di Muara Karang. Perseroan telah melakukan koordinasi dengan pihak BP West Java untuk memperbaiki kebocoran tersebut."Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada pipa BP west Java di Muara Karang yang rusak disebabkan terkena jangkar yang mengakibatkan kebocoran," kata Widyatmiko dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta, Senin (12/6/2006).Gangguan tersebut berakibat pada turunnya tekanan dan volume gas yang mengalir pada pipa PGN. Hal ini karena pipa BP West Java menyalurkan gas ke stasiun pipa penerima gas milik PGN yang kemudian didistribusikan ke SPBG Daan Mogot dan di Jalan Pemuda.Seharusnya volume gas yang normal sebesar 70 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dengan tekanan 170-200 psig. Namun, dengan adanya kebocoran ini volume berkurang menjadi 30-40 MMSCFD dengan tekanan 60-70 psig."Penurunan tekanan dan volume ini tidak hanya dialami oleh SPBG saja, tapi juga dialami oleh pelanggan-pelanggan PGN lainnya," tambahnya.Ke depannya PGN mengantisipasi kejadian serupa dengan pembangunan pipa transmisi South Sumatra West Java Fase I dan II yang menghubungkan sumber gas Sumatera Selatan kepada pelanggan di Jawa Barat. Diharapkan pembangunan pipa ini akan selesai dan mulai beroperasi November tahun ini."Dengan beroperasinya pipa tersebut, maka ketergantungan terhadap salah satu pemasok dapat dikurangi dan sekaligus dapat memperkuat kehandalan sistem jaringan distribusi gas bumi, khususnya di area Jawa bagian barat," ujarnya.
(qom/)











































