ADVERTISEMENT

Bos BEI Baru Bidik Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 13.500 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 14:40 WIB
Pekerja melakukan perawatan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (18/1/2017). BEI menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi nasional.(Ari Saputra/detikcom)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Salah satu adalah mengangkat direksi baru period 2022-2026.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkapkan di bawah kepemimpinannya, BEI menargetkan kapitalisasi pasar bisa tembus Rp 13.500 triliun.

"Kapitalisasi pasar bisa tembus Rp 13.500 triliun dan jumlah investor lebih dari dua kali lipat dibanding saat ini dan jumlah emiten naik lebih dari 100% pada 2026," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (29/6/2022).

Iman menjelaskan dia bersama direksi lain akan melanjutkan program kerja yang belum selesai oleh direksi sebelumnya. Apalagi saat ini 3 dari 7 direksi merupakan direksi lama.

Dia mengungkapkan juga akan melakukan inovasi produk di pasar modal. "Direksi bisa memastikan semua rencana bisa dilaksanakan. Contohnya di tempat pak Nyoman akan efisiensi dan diharapkan banyak yang agresif untuk listing," jelas dia.

Pasar modal Indonesia pada tahun 2021 mulai mengalami pemulihan dan terus bertumbuh. Hal ini terlihat pada akhir tahun 2021 yang ditutup oleh kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 6.581,5 atau naik 10,1% (yoy), setelah mengalami penurunan pada masa pandemi tahun 2020.

Adapun total nilai kapitalisasi pasar saham pada akhir tahun 2021 tercatat sebesar Rp 8.255,62 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 18,4% (yoy).

Dari segi likuiditas perdagangan efek saham, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham tahun 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 45,2% (yoy) dengan nilai mencapai Rp 13,4 triliun.

Pada tahun 2021, rerata frekuensi perdagangan harian saham mengalami kenaikan sebesar 91,1% (yoy) menjadi 1,29 juta transaksi per hari. Frekuensi perdagangan harian saham mampu menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI, yaitu 2.141.575 kali transaksi pada tanggal 9 Agustus 2021.

Selain itu, rerata volume perdagangan harian Saham juga mengalami kenaikan sebesar 81,4% (yoy) menjadi 20,6 miliar saham per hari. Adapun pada tahun 2021, volume perdagangan harian saham menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI, yaitu 50.982.543.199 saham pada tanggal 9 November 2021.

Dari sisi Perusahaan Tercatat, aktivitas jumlah Pencatatan Efek Baru Saham masih bertumbuh secara positif, BEI mampu mencatatkan 54 Perusahaan Tercatat baru dengan fund raised mencapai Rp 62,61 triliun yang merupakan nilai fund raised tertinggi sepanjang sejarah BEI.

Hal ini menghantarkan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI mencapai 766 Perusahaan Tercatat pada akhir tahun 2021. Dari segi pengembangan investor, pada tahun 2021 total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 7,49 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 93,0 persen (yoy). Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 3,45 juta investor atau naik 103,6% (yoy).

Untuk terus menjaga momentum pertumbuhan pasar modal, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) serta dukungan stakeholders, telah meluncurkan serangkaian inisiatif strategis pada tahun 2021.

Dimulai dari Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC), peluncuran Whistle Blowing System (WBS), enhancement Sistem Penyelenggaraan Pasar Alternatif (SPPA), peluncuran Daftar Efek dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus "X"), hingga Penutupan Kode Broker dan Penyesuaian Mekanisme Perdagangan bersifat Ekuitas, serta berbagai aktivitas pengembangan lain yang telah dilaksanakan oleh BEI di tahun 2021.



Simak Video "Pendatang Baru di BEI, SKB Food akan Gunakan Kode Saham RAFI"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT