Rupiah Jebol Level 9.500/US$

Rupiah Jebol Level 9.500/US$

- detikFinance
Selasa, 13 Jun 2006 16:46 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali merosot dan menembus level 9.500 per dolar AS, seiring jatuhnya hampir seluruh mata uang terhadap dolar AS. Namun pemerintah dan Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah belum mengkhawatirkan.Pada perdagangan Selasa (13/6/2006), rupiah sempat merosot ke level 9.500 per dolar sebelum akhirnya ditutup pada level 9.485 per dolar AS. Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup pada level 9.421 per dolar AS."Hampir semua mata uang kecuali euro dan poundsterling hari ini semua drop. Pelemahannya kurang lebih sama seperti kita," ujar Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (13/6/2006).Mantan menkeu ini menjelaskan, melemahnya mayoritas mata uang dunia terhadap dolar AS dipicu oleh ketidakpastian inflasi AS. Hal itu memicu ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS (Federal Reserves) dan memicu ketidakpastian di pasar global.Dalam kondisi tersebut, mau tak mau Indonesia akan terseret. "Kita ikut arus besar. Jadi kalau nanti nongkrong di tingkat yang tinggi yaa...," kata Boediono sambil mengangkat bahu tanpa merinci lebih lanjut.Boediono juga menjelaskan, dalam suasana penuh ketidakpastian ini, para pelaku pasar memilih investasinya ke dalam dolar AS."Ada suasana pertumbuhan perekonomian dunia yang agak nggak tentu. Dalam situasi seperti itu biasanya orang cari yang aman. Dulu kan katanya emas, tapi saya bukan ahlinya lho, tapi sekarang kan katanya dolar," urai Boediono.Hal senada disampaikan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin. Meski tidak mengkhawatirkan pelemahan rupiah, namun BI berjanji akan terus memonitor pergerakan kurs dan akan menjaga volatilitas pasar."Yang penting adalah bagaimana menjaga rupiah tidak terlalu volatile. Itu yang perlu kita lakukan. Caranya, kita selalu memonitor perkembangan pasar," ujar Aslim. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads