ADVERTISEMENT

Pertama Kali Sejak 1998, Raksasa Gas Rusia Tidak Tebar Dividen

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 22:35 WIB
Jerman Kucurkan 10 Miliar Euro untuk Selamatkan Gazprom Germania
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Perusahaan gas Rusia, Gazprom, memutuskan tidak membagikan dividen atas hasil kinerja 2021. Hal ini terjadi untuk pertama kalinya sejak tahun 1998 hingga membawa sahamnya anjlok.

"Para pemegang saham memutuskan bahwa dalam situasi saat ini tidak disarankan untuk membayar dividen berdasarkan hasil tahun 2021," kata Wakil CEO Gazprom Famil Sadygov dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2022).

Sadygov menjelaskan bahwa Gazprom saat ini fokus pada gasifikasi regional Rusia. Gazprom berencana menghabiskan US$ 10 miliar pada 2025 untuk meningkatkan gasifikasi Rusia dari level saat ini sebesar 72%.

Akibat keputusan itu, sahamnya jatuh lebih dari 27%. Berbagai kritik datang dari analis yang mengatakan bahwa itu cara investor ritel Rusia mengambil untung pada saat negara Barat memberi sanksi terhadap perusahaan Rusia.

"Ini adalah bencana bagi saham Gazprom karena satu-satunya daya tarik investasi perusahaan adalah dividen yang tinggi. Keputusan itu juga kemungkinan sebagian terkait dengan kesediaan kementerian keuangan untuk meningkatkan pendapatan anggaran," kata analis Tinkoff Investments.

Keputusan Gazprom muncul ketika negara G7 berupaya membatasi harga minyak dan gas Rusia sebagai cara untuk mencegah Moskow mengambil untung dari tindakannya di Ukraina. Hal ini membuat harga minyak melonjak.

Aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina dan pipa Nord Stream 1 juga turun.

"Ketakutan utama adalah bahwa pemegang saham minoritas mungkin tidak mendapatkan apa-apa jika negara bergerak terus-menerus menarik sebagian besar keuntungan (Gazprom) melalui pajak. Ini juga minus untuk seluruh pasar pada 2022," kata analis Finam.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT