ADVERTISEMENT

Baru Terpilih, Begini Rencana Besar Bos KPEI

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 13:24 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terpilih periode 2022-2026 Iding Pardi menyampaikan sejumlah rencana untuk menyediakan layanan terbaik bagi pasar modal dan pasar keuangan Indonesia.

"Adapun misi Perusahaan sebagai salah satu infrastruktur pasar adalah mewujudkan pasar modal dan pasar keuangan Indonesia yang aman dan menarik dengan menyediakan layanan kliring, penjaminan dan nilai tambah lainnya," ujar Iding melalui keterangan resminya, Jumat (1/7/2022).

Visi dan misi tersebut, lanjut Iding, akan dicapai melalui berbagai program untuk penyempurnaan dan pembaruan sistem dan infrastruktur, efisiensi proses bisnis, dan perluasan produk dan layanan, dengan memerhatikan dan memenuhi prinsip, standar, dan best practices internasional melalui berbagai program unggulan.

"KPEI memiliki berbagai program unggulan, antara lain perluasan peran KPEI sebagai CCP di pasar OTC derivative suku bunga dan nilai tukar (SBNT) dan instrumen pasar uang lainnya, mengusulkan adanya perubahan atau penambahan regulasi yang mendukung dan memperkuat peran KPEI, serta menjadikan KPEI sebagai CCP yang comply terhadap prinsip, standar, dan best practices internasional melalui upaya pengakuan KPEI sebagai qualified CCP di yurisdiksi lain terutama Eropa," jelasnya.

Kemudian, Iding berharap, peran KPEI akan semakin kuat dan luas dengan adanya dukungan regulator yang memang menginginkan pasar yang lebih terkoneksi, terintegrasi, aman dan transparan, yang juga sudah menjadi tren pengaturan di berbagai pasar keuangan di dunia.

"Proyeksi ke depan pasar modal Indonesia akan semakin menarik dengan bertambahnya emiten dan bertumbuhnya investor ritel yang akan meningkatkan transaksi di pasar modal. Hal ini juga didukung dengan masifnya pemanfaatan teknologi digital yang akan mempermudah akses dan literasi terhadap pasar modal," imbuhnya.

Lebih jauh lagi, Iding mengungkapkan bahwa upaya yang sudah dilakukan secara internal adalah dengan membentuk divisi baru yang di dalamnya ada unit khusus yang bertanggung jawab atas pengembangan pasar. Diharapkan dia, unit ini akan meningkatkan literasi atas produk-produk dan layanan KPEI.

"Lebih lanjut juga diharapkan program-program dan kerja sama dengan OJK dan SRO lain terkait edukasi dan literasi pasar modal dapat dilakukan dengan lebih baik," ucapnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT