ADVERTISEMENT

Emiten Ini Bikin Aplikasi buat Investor Pantau Langsung Bisnisnya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 13:20 WIB
Stock exchange market concept, businesswoman trader looking on smartphone with graphs analysis candle line on sofa in house, diagrams on screen.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Sitthiphong
Jakarta -

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NIG) salah satu emiten teknologi di pasar modal Indonesia membuat aplikasi bernama Nanotech Digital Platform. Aplikasi ini memungkinkan investor pasar modal mengawasi langsung aktivitas bisnis emiten berkode NANO itu.

Pengembangan aplikasi itu dilakukan perusahaan bekerjasama dengan PT Zamrud Khatulistiwa Technology. Dia menambahkan, untuk project pilot akan dilakukan di ekosistem Nano Group.

"NIG dan Zamrud bersinergi mengembangkan beragam platform digital untuk mendukung smart city, smart enterprise, dan smart education di Indonesia," ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT Nanotech Indonesia Global Tbk Arief Iskandar dalam siaran pers, Minggu (3/7/2022).

Menurut Nurul Taufiqu Rochman, pendiri sekaligus komisaris utama PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Nanogroup akan masuk ke bisnis platform digital. NIG adalah bagian dari Nanogroup dengan entitas induk terakhir PT Nanotech Investama Sedaya (NIS).

"PT Zamrud Khatulistiwa Technology, perusahaan IT yang melahirkan SVARA dan PT Crayonpedia serta Officely resmi menjadi bagian dari Nanogroup. Insya Allah Nano akan masuk ke bisnis platform digital," kata Nurul.

Dia menjelaskan, pihaknya sedang mengembangkan platform digital NANO sehingga dapat disebut sebagai satu-satunya perusahaan terbuka yang menginformasikan aktifitas usahanya via aplikasi kepada para pemegang saham. "Para investor bisa mengunduh platform digital kami sehingga bisa mengikuti aktifitas NANO. Tersedia pula channel televisi NANO," kata Nurul.

Para investor, tambahnya, bisa melakukan chat, bisa mengikuti pertemuan virtual via platform digital NANO. "Syukur-syukur semua emiten bisa menggunakan platform ini," harap dia.

Dia menambahkan, salah satu platform digital besutan NANO bersama PT Zamrud Khatulistiwa Technology adalah Bale desa. Lewat platform ini aparatur pemerintah mulai dari paling bawah yakni di tingkat desa hingga kota dapat berinteraksi real time. "Kami juga akan membentuk super platform sekaligus menyediakan super server untuk big data," ujar Nurul.

Pada 2021, NIG mampu mendongkrak pendapatan sebesar 67% yakni dari Rp 16,03 miliar menjadi Rp 26,77 miliar. Sementara itu, aset perseroan melonjak dari Rp 7,27 miliar menjadi Rp 41,75 miliar.

Nanotech Indonesia Global berdiri sejak tahun 2019 dan bergerak di bidang jasa layanan teknologi riset dan pengembangan, rekayasa material dan nanoteknologi. Bisnis perseroan terus bertumbuh dan saat ini memiliki lima strategic business unit (SBU) yang fokus untuk mencari solusi untuk pelanggan perseroan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di bidangnya masing-masing.



Simak Video "Pendatang Baru di BEI, SKB Food akan Gunakan Kode Saham RAFI"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT