Dolar Mulai Kehilangan Kekuatan

Dolar Mulai Kehilangan Kekuatan

- detikFinance
Kamis, 15 Jun 2006 11:15 WIB
Jakarta - Pelaku pasar akhirnya selesai memfaktorkan kenaikan suku bunga AS dalam perhitungannya. Dolar pun mulai kehilangan kekuatannya.Pada perdagangan Kamis (15/6/2006) di Asia, secara perlahan dolar AS terus melemah. Misalnya saja yen Jepang yang menguat ke level 114,93 pada awal perdagangan di Tokyo. Pada akhir perdagangan sebelumnya, dolar berada di level 115,04 yen.Euro juga menguat ke level 1,2601 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2597 dolar.Para investor dunia sebelumnya 'sibuk' memfaktorkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS sebesar 25 basis poin yang akan diputuskan dalam pertemuan Federal Open Market Committee 28-29 Juni mendatang. Akibatnya, dolar AS terus 'menghajar' mata uang rivalnya."Namun setelah kenaikan suku bunga lainnya telah difaktorkan, maka pelaku pasar akan istirahat sejenak dan berhenti menguber dolar," ujar Nobuaki Kobu, manajer perencana Resona Bank seperti dikutip dari AFP.Melihat 'rekannya' menguat, nilai tukar rupiah pun tak mau ketinggalan. Saat ini rupiah sudah menguat hingga level 9.400 per dolar AS.Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menegaskan, BI tetap akan menjaga agar rupiah tidak bergejolak dengan melakukan intervensi. "Kita lakukan intervensi secara simetris, pada waktu menguat dan pada waktu melemah," ujar Burhanuddin di Hotel Shangri-La, Jakarta.Mengenai mata uang regional yang sempat melemah, Burhanuddin mengatakan, hal itu terjadi karena adanya pengaruh faktor regional."Pengetatan ekonomi global karena ada ekspektasi inflasi yang cukup besar. Kelihatannya semua menunggu tanggal 29 nanti," jelasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads