ADVERTISEMENT

Boris Johnson Mau Mundur, IHSG Kena Efeknya?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 07 Jul 2022 16:49 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
IHSG Ditutup Menguat/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore hari ini ditutup menguat. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengundurkan diri tampak tak memberikan sentimen negatif ke IHSG sore ini. Boris sendiri disebut akan mengumumkan pengunduran dirinya pada hari ini.

Mengutip data RTI, Kamis (7/7/2022), pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 JATS, IHSG melemah 12 poin atau 0,19% ke level 6.634. Indeks LQ45 juga ikut melemah 2 poin atau 0,27% ke level 944.

IHSG kemudian berbalik arah ke zona hijau pada pukul 09.05 JATS. IHSG naik 13 poin atau 0,20% ke level 6.659. Indeks LQ45 naik 1 poin atau 0,17% ke level 948.

Pada penutupan perdagangan, IHSG masih terus menguat dan bertahan di zona hijau. IHSG menguat 6 poin atau 0,09% ke level 6.651. Di sisi lain Indeks LQ45 melemah dengan turun ke level 946.

Di sisi lain, berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi Menguat. Secara teknikal candlestick sudah tertahan di support kuat lower Bollinger band dengan stochastic yang mencapai level jenuh jual.

Diperkirakan pergerakan akan didorong terutama oleh saham big caps yang telah melemah sepekan terakhir. Pergerakan diperkirakan terbatas dikarenakan masih dibayangi kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Sementara IHSG hari ini dibuka dua arah, Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 31,037,88 (+0.23%), NASDAQ ditutup 11,361.85 (+0.35%), S&P 500 ditutup 3,845.08 (+0.36%). Wall Street menguat pada perdagangan Rabu setelah bergerak volatile sepanjang hari.

Investor mencerna petunjuk baru tentang pendekatan bank sentral Amerika Serikat (AS) terhadap kebijakan suku bunga dan pertarungan inflasi yang dirinci dalam risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni.

Investor mencoba menilai dampak kenaikan suku bunga agresif terhadap pertumbuhan global. FOMC menilai bahwa peningkatan 50 bps atau 75 bps kemungkinan akan terjadi pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.

Artha Sekuritas Portfolio

MIKA (HOLD), UNVR (HOLD), TOWR (Spec BUY), BBCA (BUY)

HMSP, TLKM, SMRA

Itulah data IHSG hari ini.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT