ADVERTISEMENT

Saham Twitter Lengser Usai Elon Musk Batalkan Pembelian

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2022 14:02 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Elon Musk mengumumkan pembatalan kesepakatan pembelian Twitter senilai US$ 44 miliar atau Rp 655 triliun (kurs Rp 14.900). Lantas, bagaimana nasib saham Twitter?

Mengutip data New York Stock Exchange, Sabtu (9/7/2022), saham Twitter mengalami penurunan. Tercatat saham Twitter turun 4,98% atau minus 1,93 poin. Saham twitter kini bernilai sekitar US$ 36,81

Sementara itu, pada penutupan sebelumnya saham Twitter berada di level US$ 38,74. Rata-rata perdagangan harian berkisar antara US$ 36,80 - US$ 37,55. Sebagai informasi, Perdagangan tahunan saham Twitter adalah US$ 31.30 - US$ 73.34

Sebelumnya Bos Tesla Elon Musk berencana membatalkan pembelian media sosial Twitter. Twitter dianggap melanggar beberapa kesepakatan yang telah disetujui keduanya.

Pengacara Elon Musk menyebut jika Twitter telah gagal atau menolak menanggapi permintaan akses informasi terkait akun palsu atau spam di platformnya. Faktor lain yang membuat Elon Musk batal membeli Twitter karena dipecatnya beberapa jajaran eksekutif berpangkat tinggi di Twitter.

"Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan, tampaknya telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan," katanya, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/7/2022).

Menanggapi hal ini, Dewan Twitter berencana mengambil tindakan hukum. "Dewan Twitter berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr Musk," kata Chairman Twitter Bret Taylor.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT