ADVERTISEMENT

IHSG Parkir di Zona Hijau, Saham Ini Layak Dikoleksi

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2022 12:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
IHSG Hari Ini/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini berhenti di zona hijau. IHSG melanjutkan penguatan sejak perdagangan pagi hari tadi. Saham apa yang layak dikoleksi?

Mengutip data RTI, Selasa (12/7/2022), IHSG dibuka menguat dengan naik 6 poin atau 0,09% ke level 6.725. Indeks LQ45 juga ikut menguat dengan naik 1 poin ke level 960.

Sempat turun ke zona merah, IHSG kemudian menguat saat jeda siang perdagangan. IHSG naik 9 poin atau 0,14% 6.731. Indeks LQ45 juga tipis 0,8 poin atau 0,09% ke level 953.

Berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal MACD masih bergerak di trend distribusi dengan stochastic kembali membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan.

Pergerakan masih minim akan sentimen. Investor juga akan cenderung wait and see menantikan kebijakan suku bunga akhir bulan Juli ini.

Artha Sekuritas Portfolio

MIKA (HOLD), UNVR (HOLD), TOWR (HOLD), DSNG (BUY), PGAS (Spec BUY)

Khusus untuk PGAS, perseroan melakukan sejumlah langkah strategis yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akan menjadi sentiment positif bagi market. Mulai dari rencana pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk Perkeretaapian sampai dengan perluasan pasar ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) berkolaborasi dengan perusahaan trading asal Singapura.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengungkapkan secara jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati dinamika aksi korporasi PGAS.

"Pemberitaan positif untuk memperkuat pangsa pasar PGAS, peningkatan topline (pendapatan) dan bottomline (laba bersih), ini bisa dimanfaatkan traders untuk melakukan aksi trading jangka pendek," ungkapnya.

Dari data riset Mirae Asset Sekuritas, kata Nafan, prospek topline dan bottomline masih dalam proyeksi mengalami tren kenaikan yang progresif. Hal ini dipengaruhi oleh sederet katalis positif dari adanya rencana bisnis yang dilakukan PGAS.

"Tentu saja bila proyek-proyek yang ada ini bisa bantu topline dan bottomline, maka kinerja PGAS bisa mengalami kenaikan secara progresif," tegasnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT