Indosat Seleksi Pengganti Hasnul

Indosat Seleksi Pengganti Hasnul

- detikFinance
Sabtu, 24 Jun 2006 11:30 WIB
Jakarta - Dewan Komisaris PT Indosat Tbk (ISAT) tengah sibuk menyeleksi kandidat calon Dirut Indosat pasca-mundurnya Hasnul Suhaimi."Nominasi dan penunjukan direktur utama akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan," kata Corporate Secretary Indosat, Strasfiatri Auliana, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (24/6/2006).Indosat telah menerima surat pengunduran diri Hasnul kepada dewan komisaris dan direksi perusahaan pada 30 Mei 2006. Pengunduran diri Hasnul telah berlaku efektif sejak tanggal 8 Juni 2006.Selama kosongnya posisi Dirut, Indosat menunjuk Kaizad B Heerjee yang kini menjabat wakil direktur utama untuk melaksanakan tugas-tugas dirut sampai ada pejabat baru.Belum diketahui siapa calon pengganti Hasnul, apakah wakil dari pemerintah yang memiliki saham 14,4 persen atau dari Singapore Technologies Telemedia (STT) yang menguasai 40,26 persen saham Indosat.Sejumlah nama yang kini duduk di jajaran direksi santer disebut-sebut bakal menjadi kandidat calon dirut, seperti Johnny Swandi Sjam dan Wahyu Wijayadi.Pasca pengambilalihan 41,94 persen saham Indosat oleh STT pada Desember 2002, pejabat yang duduk sebagai Dirut Indosat tidak pernah bertahan hingga akhir masa jabatannya.Jabatan direksi sebuah perusahaan dalam UU Perusahaan Terbatas biasanya minimal untuk jangka waktu 3 tahun.Seperti mantan Dirut Indosat Widya Purnama yang menjabat dirut sejak Juni 2002 harus lengser pada Agustus 2004 dan 'berpaling' ke Pertamina.Pasca-pengunduran Widya, kursi dirut Indosat pun tak langsung terisi, dan baru pada 8 Juni 2005 muncul nama Hasnul Suhaimi. Namun belum habis masa jabatannya, Hasnul pun kini meninggalkan Indosat dengan alasan pribadi.Indosat belum mengagendakan jadwal rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk penunjukan dirut baru. Sementara RUPS pada 29 Juni mendatang sama sekali tidak menyinggung masalah pemilihan dirut.Sebelumnya seorang mantan direksi Indosat pernah berseloroh mengenai ketakutan akan masuknya investor asing ke bekas perusahaan BUMN ini. Dia cemas jika investor baru memegang kendali Indosat akan mengalami ketidakcocokan dengan budaya kerja perusahaan.STT selama ini memberikan posisi dirut Indosat kepada orang lokal, dan hanya memegang posisi wakil dirut. Kabarnya, pemerintah memang menghendaki orang nomor satu Indosat berasal dari dalam negeri.Tapi melihat seringnya turun jabatan dirut Indosat sebelum waktunya, apakah STT masih akan 'membiarkan' posisi dirut di tangan orang lokal? Kita lihat saja nanti. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads