ADVERTISEMENT

Besok Garuda Minta Restu Pemegang Saham buat Tambah Modal Baru

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 18:09 WIB
Infografis Garuda butuh Rp 13 triliun biar selamat
Foto: Infografis detikcom/Denny
Jakarta -

PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.

Rencananya Garuda akan menyelenggarakan RUPSLB pada 12 Agustus 2022 untuk permintaan persetujuan terkait rencana dua aksi korporasi tersebut.

Saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 351.813.539.013 lembar saham, baik yang akan dikeluarkan sehubungan dengan Transaksi dan Konversi OWK.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/8/2022) disebutkan sesuai surat tertanggal 12 Mei 2022 dari Menteri Badan Usaha Milik Negara, Pemerintah telah mengalokasikan Rp 7,5 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara tahunan untuk penyertaan modal negara (PMN) kepada Perseroan.

PMN akan dilaksanakan melalui PMHMETD, di mana Pemerintah akan melaksanakan HMETD saham Garuda Indonesia milik Pemerintah dan menyetorkan modal baru di Perseroan sebesar Rp 7,5 triliun.

"Sehubungan dengan PMN tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan PMMETD kepada para pemegang saham Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 247.785.179.013 lembar saham atau sebesar 871,44% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perseroan pada saat keterbukaan informasi ini," tulisnya dikutip Kamis (11/8/2022).

Adapun saham baru dalam PMHMETD ini akan dikeluarkan dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 459 atau harga pelaksanaan, yang ditentukan mana yang lebih kecil.

Namun perseroan belum dapat mengungkapkan seri saham yang akan diterbitkan oleh Perseroan karena hal tersebut bergantung pada harga pelaksanaan dari HMETD.

Sesuai dengan Rencana Perdamaian, maka Perseroan dan para Kreditur Yang Berhak Menerima Ekuitas telah menyetujui bahwa Harga Pelaksanaan akan ditentukan dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar atas saham Perseroan oleh penilai independen.

Penilaian harga wajar akan dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan audit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2022 sebagai dasar.

Lanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT