ADVERTISEMENT

Bursa Saham Rusia Dibuka Lagi, Tapi Investor Barat Nggak Boleh Masuk

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 09:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 16 poin menutup perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Transaksi dilantai bursa sudah mulai sepi karena investor sudah merasakan euforia libur panjang, Jumat (2/8/2013).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Moscow Exchange, bursa Moskow akan dibuka kembali sebagian untuk investor asing pada pekan Senin pekan depan. Pembukaan ini setelah ditutup hampir enam bulan lamanya selama perang dengan Ukraina.

Rusia telah menutup pasar sahamnya pada Februari untuk membatasi uang agar tidak hilang selama perang.Namun, pembukaan itu hanya untuk investor dari negara bukan musuh yang akan diizinkan untuk memperdagangkan obligasinya.

Artinya Rusia menutup pintu untuk investor terbesar Rusia yang telah menjatuhkan sanksi terhadap ekonominya. Sebagai informasi, Rusia telah mendapatkan banyak sanksi dari negara-negara barat.

"Moscow Exchange akan membuka kembali pasar obligasi untuk klien non-residen dari negara-negara yang tidak bermusuhan, serta non-residen yang penerima manfaat utamanya adalah badan hukum atau individu Rusia," tulis keterangan resmi Moscow Exchange, dikutip dari BBC, Selasa (16/8/2022).

Kemungkinan, investor dari China dan Turki masih bisa berinvestasi lagi, sebab sampai saat ini kedua negara itu belum menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Moscow Exchange menambahkan bahwa sudah banyak bank, pialang, dan perusahaan manajemen investasi telah mulai mendaftarkan klien asing mereka di bursa.

Sebagai informasi, penutupan bursa diawali sejak Presiden Vladimir Putin mengirim ribuan tentara ke Ukraina pada 24 Februari. Pada bulan Maret, mulai dibuka kembali secara bertahap yang terbatas pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Rusia.



Simak Video "Luncurkan Serangan Masif di Ukraina, Rusia Hancurkan 200 Gerilyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT