Hotel Sahid Dualisting di Singapura Juli 2007
Rabu, 28 Jun 2006 16:03 WIB
Jakarta - Setelah dikuasai investor asing, perusahaan properti PT Hotel Sahid Jaya International Tbk mulai unjuk gigi. Juli tahun depan perseroan akan melakukan dualisting di Bursa Efek Singapura.Jumlah saham yang akan dicatat perseroan sebanyak 160-200 juta saham atau setara dengan 20 persen dari saham perseroan yang tercatat dalam portepel. Melalui secondary offering ini, perseroan menargetkan dana Rp 100 miliar. Untuk memasarkan sahamnya perseroan akan melakukan road show ke Singapura, Hongkong dan negara Asia lainnya."Sebelum itu kami akan memperbaiki kondisi keuangan perseroan dulu untuk tahun 2006," kata Dirut Sahid, Indroyuwono, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (28/6/2006).Menurut Indro, dana hasil secondary offering akan digunakan sepenuhnya untuk menyelesaikan proyek Menara Sahid Perdana. Proyek ini memakan investasi Rp 500-600 miliar. Sisa pendanaan lainnya berasal dari pinjaman bank.Perseroan optimistis, sahamnya akan diminati oleh investor asing, karena saat ini pemilik mayoritas saham Sahid juga investor asing yakni Merchiston Group Lpd sebesar 41,68 persen. Sebelumnya, Merchiston merupakan kreditor perseroan melalui Royal Bank of Scotland.Dalam restrukturisasi utangnya, Sahid mengkonversi utang sebesar Rp 233,26 miliar itu menjadi saham yang sekarang dimiliki Merchiston.Indro mengatakan, pasca-restrukturisasi, keuangan Sahid akan menjadi lebih sehat dengan komposisi 85 persen ekuitas dan 15 persen utang.Kinerja 2006Perseroan tahun ini menganggarkan belanja modal (capex) Rp 70-80 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk merenovasi Hotel Sahid Jakarta. Dana capex ini berasal dari pinjaman bank yang akan diusahakan oleh Merchiston.Indro optimistis, setelah kondisi hotel lebih baik tingkat hunian akan meningkat yang berujung pada naiknya pendapatan dan laba bersih."Kalau properti kita bagus kita optimistis okupansi hotel bisa mencapai 60-70 persen. Tahun lalu hanya 40-45 persen, tapi tahun ini kita harap bisa 55-60 persen," jelasnya.Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,05 persen menjadi Rp 100,695 miliar. Sedangkan laba bersih ditargetkan Rp 47,993 miliar atau tumbuh 197 persen karena tahun lalu rugi Rp 49 miliar.
(ir/)











































