Telkom Perkecil Investasi Telepon Tetap 2007

Telkom Perkecil Investasi Telepon Tetap 2007

- detikFinance
Senin, 03 Jul 2006 14:52 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) semakin meninggalkan investasi telepon tetap (fixed line) dan lebih fokus pengembangan ke bisnis seluler.Untuk tahun 2007 saja investasi telepon tetap (fixed line) dan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access) hanya sebesar Rp 350 miliar.Belanja modal untuk sektor ini di tahun 2007 jauh lebih kecil, dibanding biaya investasi telepon tetap (fixed line) dan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access) tahun 2006 yang sebesar Rp 1,077 triliun.Demikian jumlah biaya capital expenditure (capex) Telkom 2007 yang diinformasikan dalam buku laporan keuangan Telkom 2005, yang disampaikan ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (3/7/2006). Selama ini hanya ada dua operator yang berhak mendapatkan duopoli sektor telepon tetap, yakni Telkom dan Indosat. Sayangnya kedua operator ini semakin tidak serius menggarap telepon tetap seperti yang diharapkan pemerintah dan DPR, dengan alasan biaya pembangunan lebih tinggi. Akhirnya Telkom lebih mengedepankan penjualan fixed wireless access Flexi dan Indosat dengan Star0ne.Jumlah sambungan telepon tetap saat ini baru 8,7 juta penduduk atau 4 persen teledensitas. Sementara pemerintah menargetkan jumlah sambungan telepon per 100 penduduk sebesar 13 persen pada tahun 2009.Total Capex 2007Telkom memproyeksikan belanja modal tahun 2007 sebesar Rp 18,637 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding tahun 2006 yang sebesar Rp 19,098 triliun.Belanja modal Telkom sendiri sebanyak Rp 4,249 triliun. Sedangkan untuk anak perusahaan Rp 14,388 triliun dengan sebesar Rp 14 triliun masuk ke Telkomsel. Capex Telkomsel lebih besar dibanding tahun 2006 yang sebesar Rp 11,937 triliun.Dari jumlah investasi untuk Telkom Rp 4,249 triliun, sebanyak Rp 2,739 triliun akan digunakan untuk investasi infrastruktur. Baik jaringan transmisi, jaringan akses, fixed wireless, data dan pendukung jaringan staf.Divisi multimedia dan pelayanan net masing-masing sebesar Rp 169,5 miliar dan Rp 222,2 miliar. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads