Rupiah Terobos Level 9.070/US$
Selasa, 04 Jul 2006 09:45 WIB
Jakarta - Rupiah makin bergigi pasca-keluarnya data ekspor dan inflasi bulan Mei yang sangat positif. Investor internasional kembali antusias membeli rupiah.Investor melihat naiknya ekspor bulan Mei yang mencapai US$ 8,34 miliar, akan kembali meningkatkan cadangan devisa setelah pemerintah melakukan percepatan pembayaran utang ke IMF. Apalagi inflasi Juni juga masih sesuai ekspektasi pasar sebesar 0,45 persen.Pada perdagangan valas pukul 09.37 WIB, Selasa (4/7/2006), rupiah ada di posisi 9.070 per dolar AS. Menguat signifikan dibanding penutupan Senin kemarin (3/7/2006) di level 9.158 per dolar AS.Pelaku pasar memprediksi rupiah akan gampang menerobos level 9.000 per dolar AS, jika Bank Indonesia (BI) berani menurunkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang kini di level 12,5 persen.Namun dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada Kamis nanti (6/7/2006), BI diprediksi belum akan memangkas BI rate yang menjadi arah suku bunga SBI. Pasalnya, BI akan menunggu kepastian sinyal berhentinya suku bunga tha Fed yang kini di level 5,25 persen.BI mengalami dilema masalah kebijakan suku bunga ini. Di satu sisi pelaku ekonomi dalam negeri menuntut penurunan suku bunga untuk menggerakkan sektor riil yang kini layu. Sementara disisi lain, tingginya selisih suku bunga SBI dengan the Fed telah menarik investor masuk ke Indonesia. Pemangkasan suku bunga dikhawatirkan akan membuat investor mengalihkan investasinya dari Indonesia.
(ir/)











































