ADVERTISEMENT

Mayoritas Pemegang Saham Twitter Dukung Akuisisi Elon Musk

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 10:44 WIB
A 3D-printed logo for Twitter is seen in this picture illustration on January 26, 2016.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: Reuters
Jakarta -

Mayoritas pemegang saham Twitter telah memberikan suara mendukung penjualan perusahaan senilai US$ 44 miliar kepada Elon Musk. Hal itu disampaikan beberapa sumber yang mengetahui perihal tersebut.

Dikutip dari Reuters, Selasa (13/9/2022), batas waktu pemungutan suara pemegang saham pada Selasa ini. Namun, cukup banyak investor yang telah menentukan pilihan Senin malam waktu setempat.

Sumber Reuters meminta agar identitasnya dirahasiakan sebelum pengumuman resmi. Sementara, pihak Twitter dan Elon Musk belum memberikan tanggapan.

Musk sendiri telah memberikan informasi ke Twitter jika ia tidak akan melanjutkan akuisisi. Hal itu disebabkan oleh persoalan akun spam di platform serta tidak diberitahu mengenai penyelesaian pembayaran yang dicapai perusahaan dengan salah satu eksekutif puncaknya.

Kedua belah pihak dijadwalkan akan bertarung di pengadilan bulan depan.

Sebelumnya, Elon Musk punya alasan baru untuk membatalkan akuisisi Twitter senilai US$ 44 miliar. Ia memanfaatkan pengakuan whistleblower dan mantan karyawan Twitter Peiter Zatko tentang keamanan dan masalah akun bot di Twitter.

Dalam surat yang dilayangkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS, tim pengacara Musk memberikan pemberitahuan tambahan tentang pembatalan kesepakatan, dengan mengutip informasi yang diungkap oleh Zatko sebagai salah satu alasan.

Zatko sendiri merupakan mantan kepala keamanan Twitter yang dipecat pada awal Januari lalu. Dalam klaimnya, Zatko mengatakan Twitter telah menipu publik dan regulator tentang masalah keamanan serius, termasuk soal bot dan spam.

Menanggapi klaim tersebut, tim pengacara Musk langsung memanggil Zatko untuk melakukan deposisi dan mencari bukti terkait spam, celah keamanan, mata-mata asing yang diduga bekerja di Twitter, dan bukti lainnya yang bisa membantu Musk untuk mundur dari kesepakatan membeli Twitter.

Bukti-bukti ini bisa menjadi amunisi baru bagi Musk, yang menuduh Twitter menyembunyikan jumlah akun bot dan spam yang sebenarnya sehingga mendorong CEO SpaceX dan Tesla itu untuk mundur membeli Twitter.

"Pengaduan Zatko menuding terjadinya pelanggaran yang sangat luas di Twitter -- yang semuanya diungkap kepada direktur dan eksekutif senior Twitter, termasuk Parag Agrawal (CEO Twitter) -- yang kemungkinan memiliki konsekuensi besar bagi bisnis Twitter," kata perwakilan tim pengacara Musk Mike Ringler, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (1/9).

Lihat juga video 'Komentar Pedas Elon Musk soal Serial 'The Rings of Power'':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT