ADVERTISEMENT

IHSG Menguat Mengekor Bursa Asia, Intip Juga Nih Deretan Saham yang Bisa Cuan

tim detikcom - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2022 09:19 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berbalik arah. Setelah kemarin melemah, IHSG pagi ini dibuka di zona hijau.

Dikutip dari data RTI, Kamis (15/9/2022), saat pembukaan IHSG tercatat menguat 64,29 poin atau 0,88% ke level 7.311.

Sepuluh menit setelah perdagangan saham dibuka, IHSG masih melanjutkan penguatansebanyak 61 poin atau 0,84% ke level 7.339.

Penguatan IHSG sejalan dengan penguatan mayoritas bursa Asia seperti Nikkei 225 Index yang menguat 102 poin atau 0,37% ke 27.921. Ada juga Hang Seng Index yang menguat 135 poin atau 0,72% ke 18.982.

Sejumlah sentimen bahakal mewarnai laju IHSG hari ini. Financial Expert Ajaib Sekuritas, M. Julian Fadli mengungkapkan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini adalah Pemerintah menyatakan kenaikan harga komoditas telah menambah penerimaan pajak hingga Rp174 triliun sepanjang tujuh bulan pertama 2022. Sejak Maret 2022, pertumbuhan penerimaan pajak terus berada di atas 50%. Sementara itu, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp928,1 miliar hingga Juli 2022. Adapun, aset kelolaan LMAN saat ini juga mencapai 288 aset properti. Dari 288 aset properti tersebut, asset properti yang didayagunakan adalah sebanyak 76 aset.

Dari mancanegara, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Agustus 2022 yang naik menjadi 8,3% YoY dan di atas ekspektasi tersebut terdorong oleh harga sewa properti yang naik signifikan. Departemen Tenaga Kerja AS mencatatkan biaya sewa tempat tinggal naik hingga 0,7% pada Agustus 2022 dibanding bulan sebelumnya dan merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak 1991. Sementara itu, Kantor Statistik Nasional Inggris mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 9,9% YoY pada periode Agustus 2022. Angka tersebut mengindikasikan bahwa inflasi segera mencapai puncaknya karena di bawah estimasi.

Saham - saham pilihan Ajaib Sekuritas

PGAS

Buy: 1.840

TP: 1.900

Stop loss: <1.800

PGAS mencoba untuk rebound dan berpotensi membentuk morning star pattern ditandai dengan volume yang menguat. Secara tren saat ini masih uptrend dalam jangka menengah. Adapun stochastic oscillator bergerak naik di area netral.

PGAS terus melakukan ekspansi yaitu salah satunya melalui proyek pipa minyak Rokan sepanjang 342 km. Pipa tersebut berkapasitas 143-263 ribu bpod dan akan beroperasi penuh di akhir tahun 2022. Diharapkan dengan prngoperasian tersebut akan mendorong kinerja keuangan PGAS.

TBIG

Buy: 2.850

TP: 2.940

Stop loss: <2.800

TBIG berpotensi untuk rebound dari fase downtrend jangka menengah. Berpotensi membentuk morning star pattern dengan volume yang menguat. Stochastic oscillator bergerak naik di area netral dan MACD bar histogram melemah terbatas.

TBIG berhasil mencatat pendapatan bersih Rp3,3 triliun, meningkat 11% YoY pada Semester I-2022. Laba bersih ikut tumbuh 23% YoY menjadi Rp826 miliar. Hingga Juni 2022 TBIG memiliki 40.291 penyewa dan 21.376 sites telekomunikasi, sehingga Tenancy Ratio menjadi 1,9x.

KKGI

Buy: 675

TP: 700

Stop loss: <640

KKGI bergerak bullish pada trend jangka pendek dengan membentuk pola three white soldiers. Berhasil tutup di atas MA-5 sampai MA-50. Stochastic oscillator bergerak naik dari area netral dan MACD bar histogram positif.

Sepanjang Semester I-2022, KKGI berhasil membukukan pendapatan US$109 juta, melesat 131,82% YoY. Hal ini ditopang oleh ASP yang meningkat 105% YoY menjadi US$79,81 per metrik ton (MT). Alhasil laba bersih melonjak 400% YoY menjadi US$20 juta. Kenaikan harga batu bara Newcastle hari ini menjadi US$439 MT turut memberikan sentimen positif.

Lihat juga video 'Tutorial Anti FOMO di Pasar Modal':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT