BI Waspadai Penguatan Rupiah
Rabu, 05 Jul 2006 11:57 WIB
Jakarta -
Nilai tukar rupiah dalam pekan ini terus menguat dan kini semakin mendekati level 9.000 per dolar AS. Namun demikian, otoritas Bank Sentral akan tetap mewaspadai penguatan rupiah tersebut."Rupiah ada tanda-tanda menguat. Tapi kita harus hati-hati karena faktor menguatnya itu harus dilihat apakah hanya sementara waktu atau memang sudah ada aliran dana masuk dari luar negeri yang memang patut dipercaya akan bertahan dalam waktu," ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom.Ia menyampaikan hal tersebut di sela acara penyampaian bantuan dalam rangka Ulang Tahun ke-53 BI di Jalan Hati Suci, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (5/7/2006).Nilai tukar rupiah pada sepanjang semester I-2006 ini cukup bergejolak. Di awal tahun, rupiah terus menanjak dan bahkan sempat menjebol level terbaiknya dalam dua tahun terakhir.Namun sejak Mei 2006, rupiah kembali melemah seiring melemahnya sejumlah mata uang regional. Hal itu terjadi setelah adanya sinyal bahwa Bank Sentral AS akan kembali menaikkan suku bunganya. Selain itu juga dipicu oleh keluarnya dana dari emerging market termasuk Indonesia.Dan setelah pertemuan terakhir Bank Sentral AS (The Fed) pada 29 Juni lalu, mata uang emerging market mulai membaik. Hal itu terjadi karena The Fed memberi sinyal akan segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang sudah berlangsung selama 17 kali.
(qom/)










































