Rupiah Agak Tenang dan Menguat

Triwulan II 2006

Rupiah Agak Tenang dan Menguat

- detikFinance
Kamis, 06 Jul 2006 15:19 WIB
Jakarta - Meski sempat melorot, namun nilai tukar rupiah sepanjang triwulan II 2006 ternyata menguat hingga 2 persen dibandingkan triwulan I. Penguatan rupiah juga diikuti oleh menurunnya volatilitas. Demikian Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dalam konferensi pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/7/2006).Burhanuddin menjelaskan, berlanjutnya siklus pengetatan global yang terutama dipicu kenaikan Fed Fund telah menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap stabilitas makroekonomi pada triwulan II-2006.Akibatnya, rupiah melemah terhadap dolar AS sejak Mei 2006. "Meski demikian, rupiah pada triwulan II masih menguat yakni mencapai Rp 9.111 per dolar AS atau mencatat apresiasi sekitar 2% dibandingkan triwulan I-2006," jelas Burhanuddin. Ia juga menjelaskan, kinerja neraca pembayaran pada triwulan II-2006 secara keseluruhan diperkirakan mencatat surplus US$ 3,3 miliar, lebih tinggi dari perkiraan semula. Peningkatan surplus NPI pada triwulan II-2006 terutama terjadi di sisi transaksi berjalan akibat kinerja ekspor yang membaik sementara impor tumbuh lebih rendah dari perkiraan semula. Sementara itu, di sisi neraca modal dan finansial masih mencatat surplus sebesar US$ 2,17 miliar walaupun terjadi aliran modal keluar sejak pertengahan Mei 2006. Untuk cadangan devisa sedikit menurun akibat ada percepatan pembayaran sebagian utang IMF sebesar US$3,8 miliar pada tanggal 30 Juni 2006. Cadangan devisa turun menjadi sekitar US$ 40 miliar atau setara 4,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads