BI Rate Bantu IHSG Bertahan di Teritori Positif
Kamis, 06 Jul 2006 16:28 WIB
Jakarta - Aksi jual saham yang terjadi sejak pembukaan perdagangan akhirnya mereda, setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan BI rate 0,25 persen ke level 12,25 persen.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun akhirnya mampu bertahan di teritori positif. Pada penutupan perdagangan Kamis (6/7/2006), IHSG naik tipis 1,698 poin (0,13%) pada level 1.340,021.Investor merespons positif kebijakan BI ini karena nantinya akan berpengaruh pada penurunan suku bunga SBI yang kini masih di level 12,5 persen.Penurunan suku bunga dinilai pelaku pasar sudah saatnya dilakukan, melihat cadangan devisa yang relatif aman di level US$ 40,1 miliar. Apalagi The Fed juga memberikan sinyal penghentian suku bunga di level saat ini 5,25 persen.Penurunan BI rate ini juga sedikit menghadang sentimen negatif dari penurunan bursa global karena kekhawatiran peluncuran rudal Korea Utara, dan tingginya harga minyak dunia di level US$ 75 per barel. Indeks LQ-45 naik 0,469 poin (0,16%) pada level 297,830 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,561 poin (0,66%) pada level 239,540.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 19.920 kali, pada volume 1,347 miliar unit saham, senilai Rp 1,836 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 39 saham naik, 64 saham turun dan 63 saham stagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 1.000 menjadi Rp 20.800, Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 4.475 dan Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 7.450.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 450 menjadi Rp 4.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 90 menjadi Rp 1.710 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.225.
(ir/)











































