ADVERTISEMENT

Rupiah Loyo Tertekan Dolar AS, BI: Masih Lebih Baik dari Malaysia dan Thailand

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 15:45 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Dolar AS/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir tertekan penguatan dolar AS. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini nilai tukar pada 21 September 2022 terdepresiasi 1,03% (poin to poin) dibandingkan dengan akhir Agustus 2022.

Perry menjelaskan untuk perkembangan nilai tukar yang tetap terjaga tersebut ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah stabilisasi BI.

Menurut dia nilai tukar Rupiah sampai dengan 21 September 2022 terdepresiasi 4,97% (year to date) dibandingkan dengan level akhir 2021.

"Relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 7,05%, Malaysia 8,51%, dan Thailand 10,07%," kata dia dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).

Perry menyebutkan, ke depan BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah ini memang cukup tinggi.

"Tapi bukan hanya terhadap nilai rupiah, tekanan ini adalah terhadap mata uang secara global. Ini karena dolar indeks itu naik pesat sekali. Jadi minggu lalu di bawah 107-108 sekarang sudah 111,8 dan ini menggambarkan indeks yang mata uang dari dolar AS ke major currency ke Pound sterling, Yen dan seterusnya," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya penguatan dolar AS secara general ini sebabkan mata uang lainnya mengalami pelemahan atau depresiasi.

"Dibandingkan mata uang negara lain kita cukup manageable kita per posisi 21 September kemarin kita terdepresiasi 4,97% ytd dari akhir tahun lalu sampai akhir tahun ini," ujar dia.



Simak Video "Duh! Rupiah Makin Keok, Dolar AS Nyaris Rp 15.000"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT