Andalkan Libur Akhir Tahun, Garuda Yakin Kinerja Kuartal IV 2022 Positif

ADVERTISEMENT

Andalkan Libur Akhir Tahun, Garuda Yakin Kinerja Kuartal IV 2022 Positif

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 08 Okt 2022 12:00 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia
Garuda Indonesia/Foto: Getty Images/Heri Mardinal
Jakarta -

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, memproyeksikan kinerja usaha tumbuh positif pada kuartal IV 2022. Kondisi ini didukung dengan peluang peningkatan demand pada libur akhir tahun.

Garuda Indonesia sendiri tengah berupaya melakukan restrukturisasi kinerja di berbagai lini bisnisnya dan beberapa aksi korporasi, salah satunya optimalisasi alat produksi melalui percepatan program restorasi armada.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, optimismenya itu juga didukung dengan rampungnya proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) melalui putusan homologasi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Garuda Indonesia tengah mengakselerasikan berbagai upaya strategis dalam memaksimalkan langkah restrukturisasi yang mulai dijalankan, di antaranya melalui kesiapan implementasi rights issue sebagai bagian dari tindak lanjut persetujuan proposal perdamaian PKPU dan rencana penambahan struktur permodalan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah," ungkap Irfan dalam keterangannya, Sabtu (08/10/2022).

Outlook kinerja usaha Garuda Indonesia Group yang diproyeksikan tumbuh positif tersebut, turut terefleksikan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian Semester 1-2022 yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$3,76 miliar.

Selain adanya peningkatan pendapatan usaha sebesar 26.10% serta diiringi penurunan beban usaha sekitar 11.71% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, perolehan kinerja tersebut didukung dari hasil restrukturisasi keuangan melalui PKPU yang dicatatkan pada laba buku Perusahaan.

Kemudian, sesuai dengan perjanjian perdamaian yang telah disetujui lebih dari 95% kreditur, perolehan pendapatan restrukturisasi dikarenakan adanya skema penyelesaian utang kreditur melalui mekanisme haircut dan perpanjangan fasilitas utang.

Dengan demikian, perusahaan menyampaikan, pencatatan pendapatan atas restrukturisasi utang dilakukan dengan mengacu terhadap standar akuntansi keuangan yang berlaku dan telah diaudit oleh auditor independen PricewaterhouseCoopers (PWC) Indonesia dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

Tidak hanya itu, kinerja operasional Garuda Indonesia secara grup mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 10,59 persen atau 6.516.555 penumpang dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 5.892.274 penumpang.

Sementara itu, capaian kinerja positif mulai terlihat dari performa angkutan penumpang Garuda Indonesia (mainbrand) yang pada Semester 1 2022 mencapai 2.177.034 penumpang dibandingkan pada Semester 1 2021 yaitu 1.910.475 penumpang. Pertumbuhan signifikan tercatat dari rute internasional yang meningkat 285 persen dengan total 218.734 penumpang.

"Dengan landasan kinerja operasional yang semakin solid khususnya dari langkah penyehatan kinerja keuangan Perusahaan, kami optimis kinerja usaha secara konsisten dapat terus menunjukan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2022 mendatang, khususnya dengan melihat demand penumpang yang terus kami optimalkan melalui akselerasi program restorasi armada untuk memaksimalkan tingkat keterisian jelang periode peak season libur akhir tahun ini," jelas Irfan.

Irfan memaparkan, tingkat permintaan penumpang pada kuartal IV 2022, hingga saat ini menunjukan proyeksi pertumbuhan menjanjikan di mana dari total ketersediaan kursi pada keseluruhan periode akhir tahun sedikitnya 2,7 juta kursi untuk periode Oktober sampai Desember.

Lebih lanjut, tingkat permintaan penumpang jelang kuartal IV 2022 berkisar di angka 84 persen. Angka tersebut tentunya akan bergerak dinamis sejalan dengan program restorasi armada yang sedang berlangsung serta demand pasar di periode peak season natal dan tahun baru mendatang.

Melalui pelaksanaan restorasi armada khususnya di akhir tahun 2022 ini, Garuda Indonesia Group memproyeksikan dapat mengoperasikan sedikitnya 119 armada yang terdiri dari 61 armada yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan 58 armada dari Citilink.

"Berbekal langkah akseleratif implementasi restrukturisasi kinerja serta outlook market industri penerbangan yang menunjukkan peluang menjanjikan khususnya pada pangsa pasar domestik, kami memproyeksikan misi transformasi kinerja yang saat ini terus kami intensifkan dapat berjalan semakin solid guna menjadikan Garuda Indonesia entitas bisnis yang semakin sehat, adaptif dan berdaya saing," katanya.

Langkah akselerasi restorasi armada juga diselaraskan dengan upaya simplifikasi jenis armada yang dioperasikan Garuda Indonesia, di antaranya melalui percepatan pengembalian secara bertahap salah satunya untuk armada Bombardier CRJ-1000 yang diproyeksikan akan berlangsung hingga akhir tahun 2022.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT