PT Timah Tbk Akan Eksploitasi Timah di Bengkalis

PT Timah Tbk Akan Eksploitasi Timah di Bengkalis

- detikFinance
Rabu, 12 Jul 2006 15:26 WIB
Pekanbaru - Kabupaten Bengkalis Riau, memiliki potensi kandungan biji timah di wilayah perairan Kecamatan Rangsang. Diperkirakan jumlah kandungan biji timah itu mencapai 10 ribu ton. Rencananya, eksploitasi timah ini akan dikerjakan PT Timah Tbk. Bupati Bengkalis, Syamsurizal kepada detikcom, Rabu (12/7/2006) mengatakan, kandungan biji timah itu ditemukan di Kecamatan Rangsang terutama berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Karimun yang dulunya dikenal sebagai lumbung timah. Dengan penemuan kandungan timah tersebut, pemerintah daerah mengundang PT Timah untuk bisa bekerjasama dalam eksplorasi penambangan tersebut. "Selagi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Pemkab Bengkalis sangat mendukung keinginan PT Timah untuk melakukan ekploitasi penambangan timah," kata Syamsurizal. Sebelum dilaksanakan eksploitasi penambangan timah tersebut, kata Syamsurizal, perlu dilakukan kajian secara mendalam mengenai dampak lingkungan yang bakal terjadi baik saat eksploitasi maupun pasca penambangan."Sedini mungkin saya ingatkan, jangan penambangan tersebut sampai menimbulkan kerusakan lingkungan seperti yang terjadi di Dabo Singkep, Provinsi Kepri," tegas Syamsurizal. Selain soal lingkungan, Syamsurizal juga mengingatkan dari aspek sosial masyarakat tempatan juga diperhatikan. Dia mengharapkan, pada saat eksploitasi nanti masyarakat tempatan sepenuhnya dapat dilibatkan terutama dalam hal rekrutmen tenaga kerja. "Tentunya, hal ini tetap harus dilakukan sesuai kebutuhan, prosedur dan ketentuan yang berlaku," jelas Syamsurizal. Pentingnya dilibatkan masyarakat lokal, tambah bupati, untuk menghindari berbagai dampak sosial yang mungkin timbul. Misalnya, terjadinya benturan antara warga tempatan dengan tenaga kerja yang didatangkan pihak managemen PT Timah dari luar. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Timah, Yulimar Gerung dalam pertemuannya dengan Bupati di Bengkalis menjelaskan, berkaitan adanya kekhawatiran tentang lingkungan, maka sebelum eksploitasi akan dilakukan terlebih dulu berbagai kajian secara mendalam serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Menjawab akan ancaman keruhnya air laut atas aktivitas penambangan, Yulimar menjelaskan bahwa dari pengalaman yang ada, kekeruhan air laut hanya akan terjadi sekitar 200 meter dari lokasi penambangan. "Namun sejauh ini kita belumbisa memastikan kapan dimulai penambangan biji timah itu. Yang pasti dari kajian yang kita lakukan, di Kecamatan Rangsang ditemukan kandungan biji timah 10 ribu ton," jelas Yulimar. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads