PM Inggris Resign, Pound Sterling Langsung Menguat!

ADVERTISEMENT

PM Inggris Resign, Pound Sterling Langsung Menguat!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 09:16 WIB
Britains Prime Minister Liz Truss delivers a speech outside of 10 Downing Street in central London on October 20, 2022 to announce her resignation. - British Prime Minister Liz Truss announced her resignation on after just six weeks in office that looked like a descent into hell, triggering a new internal election within the Conservative Party. (Photo by Daniel LEAL / AFP)
Liz Truss/Foto: AFP/DANIEL LEAL
Jakarta -

Nilai mata uang pound sterling naik terhadap dolar, sempat mencapai US$ 1,13 atau setara Rp 17.628 (Kurs Rp 15.560). Angka itu naik setelah Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengumumkan pengunduran dirinya.

Pound sterling juga sempat kembali mengudara sore kemarin, sebelum akhirnya jatuh kembali ke US$ 1,12 atau setara Rp 17.472.

Dilansir melalui BBC, Jumat (21/10/2022), analis mengungkapkan, berita tersebut membawa kelegaan bagi para investor.

Pada bulan lalu, nilai pound sterling sempat jatuh ke rekor terendah terhadap dolar. karena hal ini, biaya pinjaman pemerintah pun naik tajam setelah pemerintah menjanjikan pemotongan pajak besar.

Penurunan nilai pound sterling juga akan meningkatkan harga barang dan jasa yang diimpor ke Inggris dari luar negeri. Ketika pound melemah terhadap dolar atau euro, harga kebutuhan perusahaan seperti bahan baku, makanan, hingga suku cadang dari luar negeri meningkat.

Kondisi ini juga turut mendorong kenaikan biaya di sektor barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan ke konsumen.

Namun, kondisi tersebut mereda, harga-harga turun kembali setelah Bank of England menjalankan program dukungan darurat. Serta, setelah Menteri Keuangan Jeremy Hunt mengembalikan perhitungan anggaran mini ketika dia menjadi kanselir.

Hunt akan mengumumkan skema pengeluaran dan pajak baru pada 31 Oktober mendatang, yang mana perlu ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh Kementerian Keuangan.

Namun, pengumuman itu kemungkinan ditunda dengan alasan pelaksanaan pemilihan umum Perdana Menteri Inggris.

"Meskipun pengunduran diri Liz Truss sebagai perdana menteri meninggalkan Inggris tanpa pemimpin ketika menghadapi tantangan ekonomi, fiskal dan pasar keuangan yang besar, pasar tampaknya lega," kata Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics Paul Dales.

"Tetapi, lebih banyak yang harus dilakukan dan perdana menteri baru serta kanselir memiliki tugas besar untuk menavigasi ekonomi melalui krisis biaya hidup, biaya krisis pinjaman dan biaya krisis kredibilitas," lanjut Dals.

Menyusul pernyataan PM, imbal hasil kembali naik tipis menjadi sekitar 3,8%. Meski begitu, angka ini masih tetap di bawah level yang terlihat pada awal hari.



Simak Video "Pidato Perdana Liz Truss, PM Baru Inggris Pengganti Boris Johnson"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT