Rupiah Kembali Tertahan di 9.200/US$

Rupiah Kembali Tertahan di 9.200/US$

- detikFinance
Senin, 17 Jul 2006 09:36 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih dibayangi hantu pelemahan seiring belum redanya konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Pada awal perdagangan Senin (17/7/2006), rupiah dibuka kembali pada level 9.220/9.230 per dolar AS. Di akhir pekan lalu, rupiah akhirnya ditutup melemah level 9.180 per dolar AS, meski sempat terpuruk ke level 9.253 per dolar AS.Di tengah situasi pasar global yang kini kembali 'memanas', nilai tukar rupiah diprediksi akan terus mengalami tekanan. Namun Bank Indonesia (BI) diyakini akan terus masuk ke pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.Selain sentimen harga minyak, pelaku pasar kini tengah menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke di depan anggota Kongres AS pada Rabu, 19 Juli. Pelaku pasar akan mencoba mencari petunjuk soal suku bunga dalam pidato tersebut.Pada akhir pekan lalu, dolar tercatat menguat terhadap mayoritas mata uang menyusul kian memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Sentimen itu mengalahkan data penjualan ritel AS yang justru menunjukkan pelemahan.Para pialang terus memburu dolar AS yang dianggap sebagai persinggahan investasi yang aman ditengah memuncaknya konflik di Timur Tengah. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads