BEI Harap Investor Pasar Modal Kebal dari Gonjang-ganjing Tahun Pemilu

ADVERTISEMENT

BEI Harap Investor Pasar Modal Kebal dari Gonjang-ganjing Tahun Pemilu

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 26 Okt 2022 15:50 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap industri pasar modal Indonesia tahun 2023 tetap kondusif. Meskipun, 2023 dihadapkan dengan ketidakpastian akibat gejolak geopolitik global.

Belum lagi, tahun 2023 menjadi tahun politik Indonesia. Direktur BEI, Risa E. Rustam berharap tahun politik tidak mempengaruhi sektor pasar modal.

"Diharapkan tahun depan meski tahun election (pemilu), kalaupun ada gejolak-gejolak atau riak-riak di tahun election, kami berharap semoga investor retail tidak berpengaruh," kata Direktur BEI, Risa E. Rustam dalam konferensi pers virtual setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Rabu (26/10/2022).

Dengan begitu, Risa berharap Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang ditargetkan bisa tercapai. BEI mengasumsikan RNTH tahun 2023 mencapai Rp 14,75 triliun.

Namun, ia menilai investor cukup dewasa menghadapi tahun politik. Asumsi ini berdasarkan pengalaman sebelumnya, sehingga ia yakin target RNTH pun tidak akan terpengaruh.

"RNTH yang sudah kita canangkan di tahun 2023 ini bisa tercapai sebagaimana halnya di tahun-tahun pemilu yang sudah-sudah sepertinya investor kita cukup dewasa, sehingga tak terlalu mempengaruhi RNTH," ungkapnya.

Optimisme juga disampaikan oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman. Ia yakin target yang dipasang BEI dapat tercapai.

Apalagi, ada dukungan dari peningkatan produk di pasar global, jumlah perusahaan tercatat, dan lain-lain. Meskipun ia menyebut BEI akan berusaha konservatif. "Kami cukup konservatif, tapi kita lihat BEI cukup optimis mencapai target 2023," ungkapnya.

BEI sendiri menargetkan 70 pencatatan efek baru 2023. Ini terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (EBA).

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT