IHSG Terdepak 19 Poin
Senin, 17 Jul 2006 16:33 WIB
Jakarta - Pasar saham kembali terdepak ke level 1.200-an mengikuti anjloknya bursa global akibat masih menggelayutnya sentimen naiknya harga minyak dunia di level US$ 78 per barel.Pada penutupan perdagangan Senin (17/7/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab 19,636 poin (1,51%) pada level 1.283,949.Kian memanasnya situasi perang Israel-Libanon, membuat investor takut untuk melakukan investasi saham karena kemungkinan harga minyak akan kembali naik.Investor melepas saham-saham unggulan karena makin tidak kondusifnya ekonomi global. Selain itu posisi rupiah juga ikut melemah 115 poin ke level 9.290 per dolar AS.Indeks LQ-45 turun 5,177 poin (1,8%) pada level 283,206 poin dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,903 poin (1,26%) pada level 227,863.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 12.101 kali, pada volume 931 juta unit saham, senilai Rp 947 miliar. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 21 saham naik, 88 saham turun dan 59 saham stagnan. Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 900 menjadi Rp 20.400, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 700 menjadi Rp 10.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 menjadi 3.950, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 3.975 dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 150 menjadi Rp 3.975.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.150, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 20 menjadi Rp 820 dan Sumalindo (SULI) naik Rp 10 menjadi Rp 980.
(ir/)











































