Investor Asing Borong Saham PT Total

Investor Asing Borong Saham PT Total

- detikFinance
Senin, 17 Jul 2006 17:59 WIB
Jakarta - Saham yang ditawarkan PT Total Bangun Persada dalam penawaran perdana (Initial Public Offering) diborong investor asing. Diperkirakan lebih dari 50 persen saham IPO Total akan diserap investor asing."Saham IPO total mengalami oversubscribe sampai 1,3 kali, dimana 50 persen lebih diminati investor asing," kata Direktur Utama CLSA Indonesia Suwantara Gautama usai paparan publik Total Bangun Persada di Hotel Aryaduta, Senin (17/7/2006). CLSA merupakan penjamin emisi Total Bangun Persada.Saat ini perseroan masih dalam proses penawaran saham perdana. Perseron melepas 300 juta saham baru, sebanyak 285 juta akan dilepas ke investor institusi sementara sisanya untuk investor retail. Masa penawaran direncanakan pada tanggal 19 sampai 21 Juli dengan target pencatatan di BEJ pada 25 Juli.Manajemen total dan penjamin pelaksana emisi telah melakukan roadshow dalam negeri dan beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong dan London. Dari indikasi minat investor ditetapkan harga penawaran sebesar Rp 345 per saham.Dana hasil IPO sebesar Rp 103,5 miliar akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja untuk pembiayaan proyek-proyek perseroan. "Dana hasil IPO untuk meningkatkan produktifitas dan bukan untuk pembayaran hutang," kata Direktur Utama Total Reyno Stephanus Adhiputranto.Untuk meningkatkan likuiditas saham, ke depan pemegang saham pendiri akan melakukan divestasi sebanyak 550 juta saham melalui penjualan langsung pada harga penawaran umum di pasar perdana. Pemegang saham pendiri juga melepaskan saham sebesar 62 juta saham di pasar sekunder."Hasil dana penjualan divestasi 62 juta saham tambahan akan digunakan oleh CLSA untuk melaksanakan transaksi menjaga harga saham," kata Suwantara.Transaksi after market support ini dilakukan 30 hari setelah pencatatan dengan harga tidak lebih tinggi dari harga penawaran. Total saham yang dilepas, termasuk penjualan tambahan 62 juta saham sebayak 912 juta saham atau 33,2 persen dari seluruh saham.Target Laba Tumbuh 69 PersenTotal menargetkan laba bersih tahun 2006 tumbuh sebesar 69 persen atau menjadi Rp 105 miliar dibanding laba tahun 2005 sebesar Rp 62,1 miliar. Pendapatan perseroan ditargetkan tumbuh sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir tahun atau tumbuh 37,93 persen dibanding akhir tahun 2005 yang tercatat sebesar Rp 1,16 triliun. "Saat ini kami sudah mengantongi 30-35 proyek," kata Reyno. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads