ADVERTISEMENT

Bye Dolar AS! RI dan Singapura Perpanjang Transaksi Pakai Mata Uang Lokal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2022 14:20 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali naik tinggi, mendekati Rp 15.300. Per siang ini pukul 14.45 WIB, dolar AS tercatat tembus ke level Rp 15.265.
Dolar AS/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS), pada Jumat (4/11) menyepakati perpanjangan perjanjian kerja sama keuangan bilateral yang berlaku hingga 3 November 2023. Indonesia dan Singapura sepakat memperpanjang perjanjian kerja sama keuangan bilateral yang berlaku hingga 3 November tahun depan atau 'say good bye' ke dolar AS.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Nita A Muelgini mengungkapkan, kesepakatan ini dilakukan oleh BI dan MAS. Dia menyebutkan ada dua perjanjian yang disepakati yaitu Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA).

Nita menjelaskan kerja sama ini telah berlangsung sejak November 2018 sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong untuk terus memperkuat kerja sama dalam rangka menjaga stabilitas moneter dan keuangan di kawasan, termasuk di kedua negara.

"Ini memungkinkan dilakukannya pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral hingga senilai 9,5 miliar dolar Singapura atau Rp 100 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Nita mengungkapkan ada juga perjanjian Bilateral Repo Line (BRL), yang memungkinkan dilakukannya transaksi repo antara kedua bank sentral untuk mendapatkan likuiditas dalam dolar AS hingga senilai US$ 3 miliar dengan menjaminkan obligasi pemerintah yang diterbitkan oleh negara-negara G3 (Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman) yang dimiliki oleh kedua bank sentral.

Sebelumnya kerja sama ini telah diperpanjang setiap tahun, terakhir pada November 2021. Kesepakatan perpanjangan yang keempat ini semakin menunjukkan komitmen BI dan MAS untuk tetap saling mendukung dalam rangka membangun kepercayaan terhadap kondisi perekonomian di masing-masing negara.

"Semangat kerja sama kedua negara tersebut juga sejalan dengan spirit tema Presidensi Indonesia pada G20 2022 dan diyakini akan menjadi modal penting bagi Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023," ujar dia.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT