ADVERTISEMENT

Tarif Cukai Naik 10%, Saham Emiten Rokok Rontok Berjamaah

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2022 15:54 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah menaikkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar 10% di 2023-2024. Kebijakan ini diumumkan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis 3 November 2022.

Merespon kenaikan CHT atau cukai rokok, saham emiten rokok terpantau memerah. Misalnya saja saham PT HM Sampoerna yang merosot 40 poin atau minus 4,10% per pukul 15:00 WIB.

Melansir dari RTI, Jumat (4/11/2022), saham Sampoerna diperdagangkan di kisaran Rp 935. Saham Sampoerna hari ini berada di kisaran Rp 920-Rp 965. Padahal pada penutupan sebelumnya saham Sampoerna masih di level Rp 975.

Saham Gudang Garam Tbk juga terpantau anjlok. Saham Gudang Garam kini berada di level Rp 22.500, turun Rp 775 poin atau minus 3,33%.

Pada penutupan sebelumnya, Gudang Garam berada di level Rp 23.275. Sedangkan hari ini pergerakan sahamnya antara Rp 22.475 - Rp 23.275.

Senasib dengan Sampoerna dan Gudang Garam, Saham Wismilak Inti Makmur TBK juga rontok. Saham Wismilak minus 15 poin atau minus 1,85%.

Saham Wismilak kini berada di level Rp 795 dengan rata-rata perdagangan harian di kisaran Rp 780 - Rp 820.

Tak ketinggalan, saham Indonesian Tobacco Tbk juga memerah. Saham Indonesia Tobacco turun 4 poin atau minus 1,42%.

Harganya per hari ini adalah Rp 278 dengan rata-rata perdagangan harian di kisaran Rp 274-Rp 284.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan tarif CHT pada golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT) akan berbeda sesuai dengan golongannya.

"Rata-rata 10%, nanti akan ditunjukkan dengan SKM I dan II yang nanti rata-rata meningkat antara 11,5 hingga 11,75 (persen), SPM I dan SPM II naik di 12% hingga 11%, sedangkan SKP I, II, dan III naik 5%," ujar Sri Mulyani dilansir dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Kamis (3/11/2022).

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT