Bursa AS Jadi Terburuk Kedua di Era Joe Biden, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Bursa AS Jadi Terburuk Kedua di Era Joe Biden, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 08:05 WIB
U.S. President Joe Biden delivers remarks at the Volvo Group Powertrain Operations plant in Hagerstown, Maryland, U.S., October 7, 2022. REUTERS/Elizabeth Frantz
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) di era Joe Biden mengalami kinerja terburuk kedua setelah Jimmy Karter menjabat. Perjuangan di pasar sebagian besar terkait inflasi yang tinggi hingga menyebabkan The Fed secara beruntun menaikkan suku bunga.

Pada Senin (7/11), S&P 500 naik hanya 13,2% sejak Januari 2021. Menurut CFRA Research, itu merupakan kinerja terburuk kedua selama 1.022 hari kalender.

Dari 13 presiden sejak 1953, Joe Biden menempati urutan kesembilan dalam hal kinerja pasar saham yang anjlok. Hanya mengungguli eks Presiden George W. Bush (-21,6%), Carter (-2,6%), Richard Nixon (-7,2%) dan Lyndon Johnson (+9,6%).

Sebaliknya, dua pendahulu langsung Joe Biden mengalami lonjakan pasar saham saat mereka menjabat dalam paruh waktu pertama. S&P 500 naik 58,5% selama 1.022 hari kalender pertama untuk eks Presiden Barack Obama dan 36,2% di bawah kepemimpinan eks Presiden Donald Trump.

Meski begitu, sektor ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan Joe Biden secara historis diklaim tetap kuat. Tingkat pengangguran mendekati posisi terendah setengah abad dan total lapangan kerja telah kembali ke tingkat sebelum COVID-19.

"Tentu saja pasar saham bukanlah ekonomi, juga tidak boleh dipandang sebagai barometer untuk diperintah. Kabar baik untuk Main Street terkadang menjadi kabar buruk bagi Wall Street," bunyi pemberitaan CNN, Selasa (8/11/2022).

Bursa saham AS sempat melonjak selama berhari-hari di awal era Joe Biden. S&P 500 melonjak 27% pada 2021 karena ekonomi bangkit kembali dari COVID-19.

Belum sepenuhnya pulih dari COVID-19, dihantam oleh perang habis-habisan dan kenaikan suku bunga The Fed. Hal itu membuat S&P 500 turun 20% tahun ini, terburuk sejak 2008.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT