Cihuy, IHSG Menguat Jelang Tutup Pekan

ADVERTISEMENT

Cihuy, IHSG Menguat Jelang Tutup Pekan

tim detikcom - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2022 09:12 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat ke 7.060. IHSG bergerak hijau setelah naik 93,68 poin atau 1,34% tepat pada pembukaan perdagangan saham hari ini.

Dikutip dari data RTI, Jumat (11/11/2022), penguatan IHSG diikuti oleh penguatan indeks LQ45 yang menanjak 15,68 poin (1,58%) ke 1.007,33.

Pada perdagangan kemarin (10 November 2022) IHSG ditutup melemah sebesar -1,46% atau -103,25 poin di level 6.966,84.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, M Julian Fadli mengungkap, ada sejumlah sentimen yang turut mewarnai laju pergerakan saham hari ini. Kementerian Perindustrian berupaya mengembangkan industri mold, dies, jig and fixture atau industri tools.

Sektor tersebut merupakan bagian dari industri mesin dan peralatan dalam sektor industri barang modal, komponen, bahan penolong, dan jasa industri. Pertumbuhan industri ini dikarenakan penyerapan yang baik dari sektor otomotif.

Hingga Agustus 2022 kinerja ekspor industri mold sebesar US$15,8 juta, industri dies sebesar US$8,7 juta, serta industri jig and fixture sebesar US$44 juta.

Dari mancanegara, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2022 di level 7,7%. Level tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 8,2% YoY dan lebih rendah dari konsensus di level 8% YoY.

Adapun core Inflation tercatat mengalami penurunan yaitu di level 6,3% YoY pada Oktober 2022, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 6,6% YoY dan di bawah konsensus 6,5% YoY. Capaian inflasi AS yang di bawah ekspektasi dan lebih rendah dari bulan sebelumnya tentu dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter ke depan.



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT