Sinyal The Fed Dongkrak IHSG 35 Poin
Kamis, 20 Jul 2006 16:30 WIB
Jakarta - Pelaku pasar merespons positif sinyal The Fed yang akan segera menghentikan rangkaian kebijakan kenaikan suku bunganya. Bursa global pun kembali semarak.Pada penutupan perdagangan saham Kamis (20/7/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 35,094 poin (2,74%) pada level 1.315,590.Begitu pula dengan bursa Asia lainnya seperti Nikkei Jepang, Hang Seng, STI Singapura yang kembali menghijau, setelah sebelumnya diterjang sentimen negatif harga minyak.Investor global menilai, pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke's bahwa inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS akan terjaga, memberian angin sejuk untuk kembali berinvestasi di pasar negara berkembang.Sementara investor lokal berharap sinyal The Fed ini, akan diikuti oleh Bank Indonesia (BI) untuk terus melanjutkan kebijakan penurunan suku bunganya. The Fed sejak Juni 2004 telah 17 kali berturut-turut menaikkan suku bunga hingga kini sebesar 5,25 persen. Indeks LQ-45 naik 9,081 poin (3,22%) pada level 291,349 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,718 poin (3,16%) pada level 234,681.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 17.716 kali, pada volume 998 juta unit saham, senilai Rp 1,474 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 104 saham naik, 17 saham turun dan 58 saham stagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 750 menjadi Rp 20.200, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 550 menjadi Rp 10.950, Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 7.450, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 menjadi Rp 4.150 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 9.500.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 50 menjadi Rp 4.200, Apexindo Pratama Duta (APEX) turun Rp 20 menjadi Rp 1.580 dan Jaka Inti Realtindo (JAKA) naik Rp 15 menjadi Rp 70.
(ir/)











































