Telkom Rampungkan Akuisisi Bukaka Singtel Kuartal III-2006
Jumat, 21 Jul 2006 17:44 WIB
Jakarta - PT Telkom Tbk akan menyelesaikan pengambilalihan divisi regional (Divre) VII yang beroperasi di Kawasan Indonesia Timur (KTI) dari Bukaka Singtel Indonesia (BSI) pada kuartal III-2006.Akuisisi akan dirampungkan usai finalisasi aspek legal dan penilaian independen. Telkom telah menunjuk ABN AMRO sebagai penasihat keuangan untuk rencana akuisisi etrsebut.Demikian diungkapkan Dirut Telkom Arwin Rasyid, disela acara prestasi Telkom peringkat 12 infotech 100 versi Majalah Business week di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (20/7/2006). Hingga kini, ungkap Arwin, Telkom dan Bukaka SingTel belum mencapai kesepakatan harga dalam negosiasi buy out (pengambilalihan) pembangunan telekomunikasi di KTI yang selama ini dikerjakan dengan sistem kerja sama operasi (KSO) itu."Reversal KSO itu sudah tahap final negosiasinya. Berarti kita tinggal merampungkan aspek legal kemudian aspek penilaian dari segi independen," kata Arwin.BSI merupakan konsorsium antara SingTel memiliki saham sebesar 40 persen dan sisanya dimiliki oleh PT Bukaka. BSI ditunjuk Telkom dalam KSO untuk mengerjakan Divre VII selama 15 tahun sejak tahun 1996 dan berakhir pada tahun 2010. Akuisisi Divre VII merupakan akuisisi terakhir karena semua divre yang dikerjakan dalam bentuk KSO telah diambil alih Telkom.Dari tujuh divre yang ada, lima di antaranya dikerjakan dalam bentuk KSO, yaitu Divre I Sumatera dengan PT Pramindo Ikat Nusantara. Divre III Jabar atau Banten dengan PT AriaWest International (AWI). Divre IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI). Divre VI Kalimantan dengan PT Dayamitra Telekomunikasi dan Divre VII Indonesia bagian timur dengan PT Bukaka SingTel. Sedangkan dua divre yang tidak dikerjakan dalam bentuk KSO adalah Divre II Jakarta dan sekitarnya dan Divre V Jawa Timur, dikelola sendiri oleh Telkom."Kebijakan di Telkom ialah berusaha untuk mengoptimalkan daerah-daerah yang ada KSO-KSO-nya. Nanti di KSO 7 Telkom akan mengoptimalkannya untuk pasar di wilayah Indonesia Timur," tandas Arwin.
(ir/)











































