IPO Saham Total Laris Manis

IPO Saham Total Laris Manis

- detikFinance
Senin, 24 Jul 2006 15:09 WIB
Jakarta - Penawaran perdana saham PT Total Bangun Persada Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) dari investor ritel sebanyak 7,6 kali."Investor ritel yang membeli saham Total merupakan pemodal lokal," kata Direktur Utama CLSA Suwantara Gotama di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (24/7/2007). CLSA merupakan pelaksana emisi efek saham Total.Menurut Suwantara, investor ritel yang membeli saham perdana Total lebih banyak didominasi investor lokal.Sementara pembeli institusi saham Total lebih banyak diserap oleh investor institusi asing. Permintaan saham institusi sendiri mengalami oversubscribe sebanyak 1,3 kali."Investor institusi asing menyerap sekitar 60 persen," ujar Suwantara.PT Total Bangun Persada melepaskan 300 juta saham baru. Saham yang dilepas terdiri dari 285 juta saham untuk institusi dan 15 juta saham untuk ritel. Rencananya, pada Selasa besok (25/7/2006), saham perseroan akan dicatatkan di BEJ.Manajemen Total dan penjamin pelaksana emisi telah melakukan kunjungan (roadshow) dalam negeri dan beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong dan London. Harga penawaran yang ditetapkan sebesar Rp 345 per saham.Seperti dijelaskan dalam paparan publik pekan lalu, setelah pelepasan saham perdana, pemegang saham pendiri akan melakukan divestasi sebanyak 550 juta saham melalui penjualan langsung pada harga penawaran umum di pasar perdana.Upaya ini ditempuh untuk meningkatkan likuiditas saham. Pemegang saham pendiri juga melepaskan saham sebesar 62 juta saham di pasar sekunder. "Hasil dana penjualan divestasi 62 juta saham tambahan akan digunakan oleh CLSA untuk melaksanakan transaksi menjaga harga saham," kata Suwantara.Transaksi after market support ini dilakukan 30 hari setelah pendaftaran dan akan dilepas dibawah harga penawaran. Total saham yang dilepas, termasuk penjualan tambahan 62 juta saham sebayak 912 juta saham atau 33,2 persen dari seluruh saham.Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2006 tumbuh sebesar 69 persen. Akhir tahun ini, perseroan menargetkan mendapat laba bersih sebesar Rp 105 miliar, sementara pada tahun 2005 mencetak laba sebesar Rp 62,1 miliar. Pendapatan perseoan yang bergerak dibidang konstruksi gedung, ditargetkan sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir tahun, atau tumbuh 37,93 persen persen dibanding akhir tahun 2005 yang tercatat sebesar Rp 1,16 triliun. Perseroan telah mengantongi 35 proyek senilai Rp 2,3 triliun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads