Porsi NPL 30 Top Obligor Bank Mandiri Turun

Porsi NPL 30 Top Obligor Bank Mandiri Turun

- detikFinance
Rabu, 26 Jul 2006 20:11 WIB
Jakarta - Porsi kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) 30 obligor terbesar Bank Mandiri per Juni 2006 turun menjadi 56 persen dari total NPL Bank Mandiri atau sebesar Rp 14,8 triliun. "Pada periode yang sama tahun lalu porsi 30 obligor terbesar bank pelat merah ini mencapai 75 persen atau senilai 18,5 triliun dari total NPL," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam konferensi pers di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/7/2006).Penurunan porsi kredit tersebut menurut Agus akibat adanya pelunasan utang dan peningkatan kolektibilitas beberapa debitur. Debitur besar yang melakukan pelunasan utang yaitu Sulfindo sebesar Rp 800 miliar.Debitur lain yang juga melunasi utang antara lain Sun Hope dan Global Chart masing-masing sebesar Rp 20 miliar dan Rp 22 miliar. Sedangkan debitur yang mengalami kenaikan kolektibilitas antara lain Apac Inti Corpora, Mahakam Ekagraha dan Budi Acid Jaya.Walaupun demikian, total NPL Bank Mandiri mengalami peningkatan dari 24,5 persen per juni 2005 menjadi 24,9 per Juni 2006. Naiknya NPL tersebut karena kualitas kredit komersial yang menurun. "Kondisi ekonomi yang belum stabil berdampak secara bertahap pada kredit komersil berbeda dengan dampak ke kredit korporat yang langsung,' kata Direktur Bank Mandiri Zulkifli Zaini. Porsi kredit komersil Bank Mandiri sebesar 32,9 persen sedangkan porsi kredit korporat sebesar 45,1 persen dari total kredit sebesar 107,8 triliun. (fjr/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads