Transaksi Cemex-Rajawali Tuntas
Semen Gresik Tetap Gelar RUPSLB
Kamis, 27 Jul 2006 12:05 WIB
Jakarta - Pemerintah memastikan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) tetap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat besok 28 Juli 2006, menyusul rampungya transaksi jual beli 24,9 persen antara Cemex Asia Holding dan Blue Valley Singapura, anak perusahaan Grup Rajawali. Sebelumnya, RUPSLB Semen Gresik terancam batal karena seminggu sebelum penyelenggaraan rapat, jual beli saham tersebut belum juga rampung.Namun pada Senin 24 Juli 2006, penandatanganan perjanjian pemegang saham akhirnya dilakukan, oleh Deputi Menneg BUMN Roes Aryawijaya sebagai wakil pemerintah dan Managing Director and Business Development Group Rajawali, Darjoto Setyawan.Transaksi crossing juga sudah dilakukan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada perdagangan saham pukul 09:35:33 JATS, Kamis (27/7/2006).Crossing dilakukan oleh JP Morgan sebagai broker pelaksana dengan total saham sebanyak 147.694.846 unit saham atau 295.390 lot saham seharga Rp 20.050 per saham. Nilai transaksi saham Semen Gresik tersebut mencapai Rp 2,961 triliun."Tetap akan diselenggarakan. Namun karena alotnya negosiasi antara pemerintah dan Rajawali bagaimana pembagian kekuasaan, sehingga komisaris akan mengubah Anggaran Dasar (AD) maka RUPSLB besok barangkali belum bisa memutuskan hal-hal yang penting atau pun substansial," kata Menneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikan Sugiharto di sela acara seminar implementasi good governance sebagai upaya pencegahan korupsi di BUMN di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (27/7/2006).Menurut Sugiharto, untuk lebih adil, fair dan beretika, masalah substansial akan ditunda sampai ada pemegang saham baru yang kemudian dibahas bersama-sama.Sugiharto mengakui, pembahasan AD sepertinya belum bisa dilakukan dalam RUPSLB besok."Saya kira lawyer bekerja siang dan malam. Sampai besok sepertinya belum bisa dicapai karena perubahannya cukup mendasar karena kita harus mengeliminasi semua perjanjian CSPA yang ditrasplantasikan ke dalam AD yang lama," papar Sugiharto.Menurut Sugiharto, pemerintah akan menyisir AD yang lama untuk digantikan dengan AD normal yang senyawa dengan UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, UU PT dan UU Pasar Modal."Hasilnya nanti proporsional, (komisaris) relatif 2 banding 1 jadi tidak ada lagi hal istimewa," tandas Sugiharto.RUPSLB Semen Gresik pada Jumat besok memiliki empat agenda, yang tiga di antaranya terkait dengan rencana pembangunan pabrik baru dan penjaminan aset. Baru pada agenda keempat membahas AD.Sementara Investor Relations Manager PT Semen Gresik Tbk, Agung Wiharto mengatakan, perusahaan akan mengundang pemegang saham untuk penyelenggaraan RUPSLB Jumat besok.Namun apakah pertemuan akhirnya ditunda atau dilanjutkan untuk pembahasan empat agenda tersebut akan diputuskan pemegang saham dalam RUPSLB."Jadi besok tetap ada RUPSLB-nya, setelah berkumpul dalam rapat baru diputuskan apakah ditunda atau tidak," kata Agung menjawab detikcom. Dalam peraturan yang ada juga disebutkan undangan RUPSLB tidak bisa dibatalkan begitu saja, karena perusahaan harus terlebih dahulu mengumumkan ke publik jika dilakukan penundaan.Setelah pemegang saham memenuhi undangan RUPSLB, baru kemudian dijadwal ulang pelaksanaan RUPSLB jika manajemen belum siap melakukan rapat karena alasan tertentu.
(ir/)











































