Otomotif Lesu, Laba Bersih Astra Semester I Anjlok 38%

Otomotif Lesu, Laba Bersih Astra Semester I Anjlok 38%

- detikFinance
Jumat, 28 Jul 2006 17:33 WIB
Jakarta - Lesunya pasar otomotif pada paruh pertama 2006 yang memberikan dampak yang serius kepada PT Astra International Tbk (ASII).Perusahaan terpadu yang membidangi sektor otomotif, jasa keuangan kendaraan, alat berat, pertambangan dan perkebunan ini, selama semester I-2006 mengalami penurunan laba yang signifikan.Laba bersih Astra pada semester I-2006 turun signifikan sebesar 38,5 persen menjadi Rp 1,9 triliun, dibandingkan semester I-2005 yang sebesar Rp 3 triliun Anjloknya laba bersih ini terkait dengan penurunan pendapatan bersih Astra sebesar 13,2 persen menjadi Rp 25,9 triliun, dibandingkan semester I-2005 yang mencapai Rp 29,8 triliun.Laba usaha Astra juga mengalami penurunan sebesar 28,1 persen menjadi Rp 2,4 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Presiden Direktur Astra, Michael D. Ruslim mengakui, kondisi makro ekonomi memang sulit pada semester I-2006. Hal ini akibat dari naiknya suku bunga dan harga minyak dunia pada 2005 ditambah terjadinya berbagai bencana yang melanda Indonesia. "Penurunan pendapatan bersih kami terutama disebabkan oleh turunnya penjualan mobil dan sepeda motor produk Astra masing-masing sebesar 38,6 persen dan 28,9 persen. Namun kami bersyukur bahwa kontribusi dari bidang usaha agribisnis dan kontraktor penambangan mengalami peningkatan," kata Michael.OtomotifPada semester I-2006, total penjualan mobil nasional mencapai 149.634 unit turun drastis sebesar 49,4 persen dibandingkan semester I-2005.Penjualan produk Astra pada semester I-2006 yang meliputi Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot dan Nissan Diesel hanya sebanyak 83.302 unit, menurun 38,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Kendati volume penjualan kami turun signifikan sebesar 38,6 persen, pangsa pasar kami mengalami kenaikan dari 45,9 persen menjadi 55,7 persen. Hal ini juga didukung oleh model-model mobil baru yang kami luncurkan di semester I-2006 seperti Toyota Yaris, Toyota New Corolla Altis dan Daihatsu Zebra Master," ujar Michael.Sementara penjualan sepeda motor nasional pada paruh pertama 2006 mengalami penurunan sebesar 26,2 persen menjadi 1.810.979 unit. Sepeda motor Honda mencatat penjualan sebesar 913.547 unit atau turun 28,9 persen. Namun pangsa pasarnya menurun tipis dari 52,3 persen menjadi 50,4 persen. Seiring dengan penurunan penjualan mobil dan sepeda motor, anak perusahaan Astra yakni PT Astra Otopart Tbk yang bergerak di bidang komponen otomotif, juga mengalami penurunan penjualan sebesar 20,4 persen menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I-2006.Non OtomotifDampak dari lesunya penjualan kendaraan bermotor juga dialami oleh anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang pembiayaan mobil dan sepeda motor yaitu Astra Credit Companies (ACC) dan PT Federal International Finance (FIF). Jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh ACC dan FIF menurun sebesar 32,6 persen dari Rp 11,7 triliun menjadi Rp 7,9 triliun di semester I-2006.Sedangkan PT United Tractors Tbk, anak perusahaan Astra di bidang usaha alat berat, mencatat kenaikan pendapatan yang disumbangkan oleh PT Pamapersada Nusantara melalui peningkatan aktivitas penambangan yaitu coal extraction sebesar 23,2 persen dan overburden removal sebesar 31,6 persen. Kendati penjualan alat berat Komatsu menurun sebesar 24,6 persen menjadi 1.101 unit pada paruh pertama 2006. Namun dibandingkan periode yang sama di tahun 2005, pangsa pasar produk Komatsu meningkat dari 46,5 persen menjadi 50,3 persen. United Tractors membukukan laba bersih sebesar Rp 538,4 miliar, menurun tipis dibandingkan pada semester I-2005 sebesar Rp 557,7 miliar.Anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang agribisnis, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), mencatat kenaikan pendapatan dari peningkatan penjualan CPO sebesar 22,7 persen dan harga CPO yang membaik. Laba bersih AALI naik sebesar 7,6 persen menjadi Rp 414,7 miliar. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads