Transaksi Pembayaran Divestasi Bumi Molor Agustus

Transaksi Pembayaran Divestasi Bumi Molor Agustus

- detikFinance
Senin, 31 Jul 2006 17:16 WIB
Jakarta - Transaksi pembayaran atas penjualan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali molor. Rencana semula selesai akhir Juli ditunda hingga akhir Agustus 2006.Belum selesainya transaksi jual beli saham anak usaha Bumi ini, membuat pembayaran dividen Rp 190 per saham belum bisa dilakukan."Setelah uang itu diterima pekan depannya (dividen) akan dibayar," kata Vice President Corporate Finance Bumi, Harya M Hidayat.Hal itu diungkapkan Harya, disela acara Indonesia Investor Forum di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2006).Menurut Harya, batas akhir transaksi dalam perjanjian jual beli itu baru berakhir tanggal 30 September 2006. Saat ini pihak pembeli sedang menyelesaikan legal dokumen dan approval."Untuk perjanjian sebesar itu wajar kalau memang lama dan agak tertunda," kata Corporate Secretary Bumi, Geroad Jusuf.Bumi menandatangani perjanjian jual beli anak usahanya dengan PT Borneo Lumbung Energi yang merupakan afiliasi dari PT Renaissance Capital pada 16 Maret 2006.Perjanjian itu meliputi kesepakatan Bumi untuk menjual aset batubara, yakni PT Arutmin (100%), PT Kaltim Prima Coal (KPC) (95%), dan Indocoal Resources Limited (100%), dengan total nilai penjualan mencapai US$ 3,2 miliar.Sementara Kelompok usaha Renaissance Capital, dikabarkan gencar mencari pendanaan untuk melunasi pembelian tersebut. Renaissance diberitakan menerbitkan obligasi konversi US$ 700 juta untuk membayar saham anak usaha Bumi itu. Renaissance dimotori oleh sejumlah pengusaha seperti Samin Tan dan Surjadinata yang juga pendiri kantor akuntan publik Delotte Touche Tohmatsu (DTT) Indonesia.Selain itu juga terdapat nama Dessi Natalegawa, Rosan P. Roeslani, dan Sandiaga Uno anak pengusaha Mien Uno. Harya juga mengatakan, operasional KPC dan Arutmin masih ditangani oleh Bumi. Namun Bumi tidak diberikan fee untuk operasionalisasi dua anak usaha tersebut.Dalam waktu dekat, ungkap Harya, Bumi juga akan menggarap bisnis minyak dan gas di Yaman serta tambang emas di Sulawesi."Mitra strategis untuk proyek biodiesel masih belum ada kemajuan," kata Geroad. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads